ku menjadi matahari untukmu

Aku di batas limit


Rasa yang meluap
Keluar bagai air bah menerjang apapun
Amarah, benci, bosan, lelah
Aku di batas limit
Aku marah
Aku bosan
Aku cape
Aku males
Aku di batas limit
Kenapa tak tunai juga
Kenapa ragu menetap melekat tak mau tercabut
Apakah asa kedepan yang sudah terpeluk tak cukup
Kenapa kaki masih tetap terantai
Aku dibatas limit
Kata tanya tak lagi terdengar seperti bertanya
Kemarahan seperti tidur yang tak lelap
Hanya menahan sebelum siap meledak
Aku bosan
Menunggu
Aku harus menunggu
Sekarang detik jam waktu seolah mengejek aku
Mana bisa kukerja waktu itu
Aku di batas limit ….

Ditulis Oleh : Nur Yanto Hari: 2:47 AM Kategori:

0 comments: