Aku menjadi matahari untukmu



Aku hanya mencintai mu
Ketika semua berjalan dan berlari ditengah bayang
Tak sanggup aku menyelisik di ujung senja
Yang bakal hilang diganti malam
Tak pantas lagi rasanya berasa - asa
Karena telah habis dimakan rayap bagai kayu yang rapuh
Kemaren masih terlihat lampu di taman itu
Walau sendu tapi nampak getarnya
Berkeluh disana berkesah disini
Seakan tak ada lagi tempat lampias kan jiwa yang renta
Tergumul menghentak tak tentu arah kemana
Hilang pasti di ketidakpastian semata
Hei …. aku memanggil laksana takut
Takut peluh yang terdampar di keningku menjadi sia
Takut warna putih ini menjadi noda
Walau noda pun kadang membuat kita menjadi percaya
Bahwa sepotong hati juga bisa jadi terluka
Kenapa selalu datang jika ingin pergi
Padahal basah itu selalu membuat kita menapak pelan
Ku tahu tak ada lentera yang pasti kembali
Tapi tungkai-tungkai penahan itu merasa lelah
Lelah dan lelah sekali ….
Ijinkan aku berbaring sejenak …
Tuk kumpulkan raga untuk tetap mencintai mu ………

Ditulis Oleh : Nur Yanto Hari: 2:50 AM Kategori:

0 comments: