Cerpen remaja Jilbab Zahrana

   Perkenalkan , namaku Agnesya Agustin Maharanni , aku adalah putri tunggal dari Ny. Meisya dan Tn. Alexander , salah satu pengusaha besar di daerah Blitar . Sebenarnya aku tidaklah kekurangan biaya hidup sepeserpun , apa yang aku inginkan pasti akan ayah ibu ku berikan namun, karena keinginan besarku untuk hidup mandiri , maka aku putuskan untuk mencari pekerjaan jauh dari kedua orang tua ku .
            Hingga akhirnya aku mendapat pekerjaan sebagai seorang sekretaris manager keuangan di salah satu perusahaan swasta di daerah Bandung .
            Aku tak pernah sedikitpun percaya pada suatu agama pun . Istilahnya sih Atheis tulen , Aku sungguh bebas tanpa terkait dengan agama apapun . Namun semua berubah sejak aku pindah ke kost an baru ku di daerah Wastu kencana . Aku satu kamar dengan seorang muslimah yang jelita dan taat beragama bernama Zahrana Nurul Laila Ramadhani .
            Kehidupanku biasa saja saat itu  hingga akhirnya suatu senja sepulang kerja , sayup ku dengar Anna sedang mengaji. Karena rasa penasaranku yang tinggi , aku lalu mengupingnya dan mendengarkan lantunan-lantunan yang keluar dari bibir tipisnya .  Astaga , disela bacaan nya yang merdu dia terisak seolah memendam kerinduan yang terdalam . Setelah selsai mengaji dia bersujud dan mengucap kata ‘ Alhamdulillah ‘ berulang kali .
“ Nessa..” kontan aku terlonjak kaget saat Anna tiba-tiba saja memanggilku ,
“Ness , Lagi apa kok nggak masuk ?? “
“ Ehhhh , tadinya aku mau masuk , tapi ngga enak , takut ganggu . “ Jawabku tergagap .
“ Nggaa , gak apa-apa kok , harusnya kamu masuk aja “
“ Heheheehhe , sorry deh , sorry , tadi aku tuh meerrr,,,, “ Eh keceplosan
“ Merr , mer apa ?? merhatiin aku yaa ??” goda Anna nakal .
“ Ehhehehhehe , dikit siihhh “
“Emmhhhh , eh , kamu kok udah pulang lagi ??
“ Iyya Na’ nggak ada kerjaan sih , aku mandi dulu yaa , gerah niih “
“ Owh iyya mangga .airnya udah aku siapin tuh biar kamu bias langsung mandi . “
“ Ok,thanks yah sob “
“ iyyah sama-sama “ Zahrana memang teman , bahkan sahabat yang baik dan pengertian padaku . Dia bilang sih , sudah menjadi kewajiban yang harus dia lakukan untuk membantu sesama manusia .
            Brrr ….
Dingin banget deh kayaknya , udara Bandung yang sejuk semakin membuat badanku menggigil saja , dinginnya seolah menusuk ke dalam tulang sumsum ku . Aku langsung saja menuju dapur dan mencari makanan .
“ Ehh ada mie goreng nganggur , pas banget “ fikirku
“ Mie siapa niiihh ?? “ teriakku pada Zahrana yang baru saja mengambil air wudhu , shalat magrib sepertinya .
“ Itu mie buat kamu , tadi sekalian kau bikini buat aku buka puasa . “
“ Senin Kamis yah ?? “
“ Iyyaps betul betul betul , hehehe , Aku shalat maghrib dulu yaa ??
“ Siipp , aku makan duluan deh , laper nih , udah pada demo nih cacing-cacing diperut “
“  Iyya sok aja”
“ Okkedehhh kakak “ sahutku . Zahrana pun kembali ke kamar untuk shalat .
            Setelah selsai makan akupun langsung menuju kamar , Kulihat Zahrana tengah mengaji , lagi . Ada perasaan aneh yang menyusup ke dalam kalbuku setiap kali aku mendengarnya mengaji , seolah ingin mendengarnya terus mengaji , tanpa terasa air mata ku mengalir membasahi pelupuk mata ini .
“ Masuk Ness “ ujar Zahrana lirih , rupanya sedari tadi dia tahu bahwa aku tengah menguping .
“ Ness , kamu ngga apa-apa kann ? “
“ Annn , aku ingin belajar membaca Al-Qur’an “ isak tangisku mulai mereda .
“ Subhanallah , Alhamdulillah , benarkah itu ?” Anna seolah tak percaya .
“ iiii..ya Na’ aku ingiinn mengaji seperti mu” “ Sungguh Ness, aku angat bahagia sekali mendengar keinginan mu itu , tapi aku benar-benar nggak bisa  bantu kamu “
“ Kenapa ?? apa kau tidak pantas untuk masuk Islam ?? “ jujur saja hatiku teramat kecewa mendengar perkataan Zahrana tadi .
“ Bukan begitu sayang , “ Zahrana memeluk tubuhku bagai memeluk adiknya . Usia Zahrana dan aku memang hanya terpaut bebrapa bulan saja, namun , kedewasaan Zahrana begitu tinggi , sehingga aku merasa dia lebih pantas untuk menjadi kakak ku daripada sahabatku .
“ Membaca Al-Quran tak semudah yang kita bayangkan , membaca Al-Quran pun harus dibarengi dengan diri yang suci, Al-Quran bukanlah seperti Koran ataupun , maaf aku tak bermaksud menyinggung mu “
“ Teruskan Anna , jika kau menganggap aku sahabat mu “
“Baiklah , Al-Quran bukanlah seperti Koran ataupun kitab lain nya , Al-Quran dijaga keasliannya hingga akhir zaman “
            Dan begitu seterusnya , Zahrana adalah guru awal untukku mengenal agama yang indah ini , Zahrana terus mengajariku hal kecil uang berkaitan dengan Islam .
            Hari demi hari , waktu demi waktu berlalu , aku semakin lebih mendalami agama islam , rasanya , aku sudah sangat jatuh cinta pada agama pembawa kedamaian ini .
            Hingga suatu senja , sepulang kerja aku tak mendapati Zahrana dirumah , aku hanya menemukan sebuah jilbab dan gamis kesayangan Zahrana serta sepucuk memo bertuliskan ‘ Jadilah muslimah sejati yang mewangi seharum dan seindah kesturi diantara taman taman syurgawi, maafkan aku Anna , aku sudah tak mampu lagi mengajarimu hal-hal indah dalam Islam , kelak jika suatu saat takdir dapat mempertemukan kita lagi , meski tak di kefanaan ini aku sangat berharap mampu melihat anggun dan jelita parasmu tengah mengenakan jilbab , salam sayangku untukmu wahai bidadari jelita yang kelak akan menghiasi indahnya syurga dengan kehalusan budi dan keimanan yang kuat ‘ itulah pesan terakhir nya untukku .
            9 bulan berlalu semenjak kepergian Zahrana , kini aku telah menjadi seorang muslimah sama hal nya  seperti Zahrana , bahkan  kini aku menjadi salah seorang pengajar tetap disuatu pondok pesantren dikota Bandung . namaku ku ubah menjadi Aisyah nur zahrana hidayati. Semakin hari kekuatan imanku semakin bertambah saja .
            Satu hari setelah resepsi pernikahanku dengan putra Kiyai pemilik pondok pesantren tempatku mengajar, orang tua Zahrana datang kerumah kami dan memberi kabar bahwa Zahrana sahabatku telah mendahului kami semua untuk bertemu dengan sang Maha Cinta karena penyakit kangker otak yang sejak 6 tahun dia derita namun tak kunjung membaik juga .
            Jujur saja , aku benar – benar tak menyangka bahwa selama ini dia begitu rapih menyembunyikan rasa sakit yang menderanya dihadapan ku . Aku amat terpukul mendengar berita ini , aku hampir tak kuasa menahan tubuhku yang limbung , untung saja kang Zaki suamiku cepat menahan tubuhku sehingga aku tidak terjatuh ke lantai.
“ Sabarlah sayang , berdoa lah untuk sahabatmu , aku yakin kamu wanita yang tegar ,” suamiku berusaha menenangkan ku ,



            Dear Zahrana
            Sahabatku, lihatlah kini jilbabmu melekat indah dalam tubuhku ,melindungi anggun parasku dari terik nya matahari , melindungi indah pesonaku dari mata laki-laki yang bukan mahramku , Zahrana sayang , terima kasih telah menerangi kelam hariku dengan cahayamu , tunggu aku di taman syurga dan nantikan aku penuh kerinduan ,,
            Doakan aku sayang , agar aku mampu menajdi seorang muslimah sejati yang selalu taat beribadah pada sang Maha Cinta seperti yang selama ini telah engkau ajarkan padaku,
            Uhibbuka fillah ya ukhty ,,

*** TAMAT ***


Ditulis Oleh : Goresan Hati Hari: 08.11 Kategori:

0 komentar: