Puisi aku dan malam


Seperti yang engkau ketahui, wahai kekasih
burung-burung selalu terbang mencari kembaramu
dan serta merta malam bertafakur
pada alam yang luruh di matamu

aku terhanyut pada cintamu
yang deras mengalir pada aliran benci
yang seketika luruh pada tangis kesedihanku
kamu bertanya
“apa yang harus aku perbuat, wahai jelita?
haruskah aku mabuk lagi dalam kesenyapan puisimu?”

aku hanya mampu diam di antara diam
malam pun diam

kekasih,
aku dan malam
kini hanya tinggal sejengkal
dan kita ternyata sudah sedemikian rapuh
menunggu subuh yang lusuh
atau menyapa pagi yang tampak letih
merintih di antara perih
dan pelan-pelan kemudian kau pun layu
kuyu di antara musim-musim yang mengeras bagai batu



Sajak : Nafeeza Al-Anshary

Ditulis Oleh : Goresan Hati Hari: 13.27 Kategori:

0 komentar: