Cerpen Cinta September

02 Februari 2010...
Aku Ristita Aulia. Biasanya aku dipanggil Tita. Aku masih duduk di bangku sekolah menengah atas tapatnya kelas duabelas. Pagi ini aku berangkat diantar oleh Candra. Dia yang murnya 4 tahun diatasku baru saja menjadi pacarku semalam... hehehe. Setelah sarapan aku mendengar suara motor Candra didepan rumah baru saja tiba, aku langsung berpamitan dengan kedua orang tuaku.

Enam bulan kemudian...
Ini hari Sabtu sekolah ku libur. Aku asing mengotak-atik handphoneku, tiba-tiba ada bbm masuk, langsung ku buka pesannya "Aku jemput kamu jam satu" hanya itu. Aku tak membalasnya, kulihat jam di dindng kamar sudah menunjukan pukul 11.46. Langsung aku bergegas ke kamar mandi, mempercantik diri di depan cermin, memoles wajah serupawan mungkin dan memberikan wewangian segar keseluruh tubuhku. Mama memanggil dari lantai atas. "Tita, ada Candra nih...". "Iya ma, tunggu sebentar" Aku membalas. Candra dan keluargaku memang sudah semakin dekat, akusenang Candra dapat berbaur dengan semua keluargaku.

September
Aku menghampiri Candra. "Udah siap?" Sapa Candra lembut. Aku mengangguk. "Ma, aku pergi dulu yah.." Aku ijin pada mama. "Bu, Candra sama Tita pergi dulu yah..." susul Candra, sopan.

Aku tak tahu ingin dibawa pergi kemana siang ini. Motor Candra berhenti didepan gedung berwarna biru, gedung untuk menonton opera. Itu yang ku baca dari papan di depan gedungnya. Candra tak banyak bicara siang itu, dia merangkul tanganku memasuki gedung itu. "Tunggu sini yah aku beli dulu tiket masuknya" ucap Candra. Candra kembali dengan dua tiket ditangannya. Tak banyak waktu yg dibuang kita langsung masuk di studio. Sepertinya kita agak sedikit terlambat. Ditengah pertunjukan Candra mengecup keningku dan sedikit berbisik di etelingaku "selamat enam bulan sayang". Aku tersenyum dan memeluknya dari samping dan berkata "i love you". "I love you too" balas Candra.

Semenjak Februari lalu aku dan Candra bahagia. Kami saling menjaga dan saling menutupi kekurangan masing-masing. Candra telah memberikan banyak pelajaran padaku. Candra sosok yang baik, dewasa dan hangat. Mungkin ini bisa dibilang cinta pertamaku. Aku bahagia bersamanya.

16 Februari 2011 pukul 00:00
"Happy Birthday sayang..." Candra memberikan kejutan tengah malam dirumahku lengkap dengan 19 tangkai mawar merah yang disesuaikan dengan umur baru ku, dan cake coklat caramel non cream yang cantik dan lezat tentunya. "Makasih sayaaang..." Aku memeluknya. Candra mencium keningku. Aku merayakan hari ulang tahunku tengah malam itu bersama keluarga dan pacarku yang baik hati dan perhatian. Sepertinya keluarga ku dan Candra memang sudah sekongkol untuk merencanakan semua ini, terbukti kalau saat itu hanya aku yang terkejut.

Sore hari diulang tahun ku Candra datang kerumah, memberikanku boneka beruang besar berwarna pink dan sebuah novel teenlit tentang cinta. "Yaampun yang kamu tuh baik banget sih, kan semalem udah dikasih surprise akunyaaa..." ucapku sambil memeluk boneka pemberian Candra. "Kan kadonya belum yang..." sahutnya lembut penuh cinta.

Tahun lalu juga Candra seperti ini baiknya. Aku bahagia bersamanya. Kami selalu dapat membuat suasana menjadi nyaman ketika bersama. Aku senang jika Candra senang, dia jga selalu memperkenalkan ku pada semua teman-temannya, Candra ini suka sekali dengan sepak bola. Dan dia sangat menyukai club bola Arsenal. Aku berencana memberikan hadiah ulang tahun jersey Arsenal tahun ini untuknya.
***

Ting Tong...
Bel rumah berbunyi, kulihat mama sudah membukakan pintu. Sspertinya jasa pengiriman barang. Mama kembali kedalam sengan sebuah barang ditangannya. "Ta, ada kiriman nih buat kamu..." mama memberikan barang itu padaku. "Asik, ternyata lebih cepat dari yang ku bayangkan sebelumnya" Aku kegirangan. "Seneng banget nih kamu, emang apa sih isi barangnya, Ta?" Mama penasaran. "Ini loh mah aku pesen jersey Arsenal sama temenku untuk ultah Candra nanti. Aku juga udah buatin dia baner foto mah, aku sengaja kumpulin photo-photo orang yang gak kenal sama Candra untuk berfoto sambil pegang tulisan Happy Birthday ke Candra. Keren kan mah?" jelas ku panjang lebar. "Keren banget Ta... Memang Candra Ultah kapan?" tanya mama. "Akhir Oktober mah" asku sambil tersenyum. "Yaampun Titaaa... Oktober kan masih 3 bulan lagi sayang..." mama tertawa geli melihat tingkahku. "Ya kan kalo nanti Tita rencanain pas deket hari malah jadi ketahuan Candra mah, mama kan tau sendiri Candra sama aku bareng-bareng mulu... Biar gak dia gak curiga mah" Aku memeluk manja mama.

September 2011...
Semalam aku bertengkar dengan Candra, sepertinya dia marah sekali padaku. Paginya aku harus pergi keluar kota bersama keluargaku. Aku belum sempat menyelesaikan masalahku dengan Candra. Sekitar pukul 11.00 aku mendapatkan pesan singkat yang cukup ngembuat hati ini bergetar. Candra memutuskan hubungan kami dengan sepihak, aku tak dapat berkata apa-apa dengan semua ini. Aku hanya menahan tangisanku dalam hati, aku tak ingin membuat semua keluargaku khawatir dengan keadaanku saat ini. Setelah saat itu aku mencoba menerima semuanya. Aku mencoba membuat hatiku tenang dalam perubahan dalam hidupku. Setiap malam hanya sosok Candra yang mendatangiku lewat mimpi yang menyakitkan, mimpi yang mengulas lagi kejadian ketika dia meninggalkanku.

July 2013...
Aku tahu Candra tengah bahagia dengan kebahagiaan barunya. Dia telah bersanding dengan kekasihnya di pelaminan. Aku ingin berteriak, penyesalan selalu datang memperolok ku. Aku sudah sering kali mencoba untuk selalu membahagiakan diriku sendiri tapi mimpi itu selalu saja menghampiriku dengan semua tangisan disetiap malamnya. Aku terlalu dibuat sakit olehnya, sakit yang ku rasakan belum tentu ia rasakan selama hampir tiga tahun ini.

Siang ini aku menghabiskan waktuku di toko bku sambil mencari nvel-ovel yang bisa aku baca dan dapat membantuku untuk melupakan sosoknya sejenak. Mataku masih sibuk dengan deretan buku yang tak sedikit. Aku melihat judul buku yang menarik, judulnya "September". Aku segera menghampiri buku itu dan membayarnya agar dapat kubawa pulang. Ketika aku hampir meraih buku itu ada tangan lain yang turun merahnya. Yaps... kami memegang buku yang sama. "Sorry ini saya duluan yang liat" ujar sosok laki-laki yang memeliki tangan lain itu. "Darimana kamu tahu kalau hanya kamu yang melihatnya? Aku juga lihat kok" aku tak mau kalah. "Yaudah biar adil kita tanya aja penjaganya untuk stok buku ini untuk kita" dia membawaku pergi mendekati penjaga toko. Tangan kami masih sama-sama memegang buku yang sama.
"Maaf mba-mas buku ini hanya tinggal satu stoknya, akan restok pada bulan depan." jelas si penjaga.

Aku dan laki-laki itu saling bertatapan, tanda untuk memperjelas semuanya.
"Yaudah gini aja, bukunya kamu baca dulu sampai habis nanti kalau sudah habis kamu kasih tau aku yah..." ujar laki-laki itu. Aku terdiam sekejap melihat soso yang tadinya tak mau mengalah ini akhirnya mau memberikan buku itu padaku. "Hellooo...." laki-laki itu membuyarkan lamunanku. Aku tersadar. "Kamu dengerkan apa yang aku bilang tadi?" tanyanya lagi.
"Iya sorry... aku denger kok. Oke nanti kalo udah selesai aku kasih tahu kamu." aku singkat.
"Sip deh kalo gitu, ini nomor telponku. Nanti kalo udah selesai kamu telpon aja nanti aku ambil bukunya." Laki-laki itu memberikan kartu namanya.
"Oke, kamu yang bayar yah..." Aku meninggalkannya.
"Hey nama kamu siapa??" sedikit berteriak sambil memberikan uang pada kasir untuk membayar buku yang telah aku bawa.
"Tita... Terima kasih yah" Aku sedikit melambai padanya. Dia hanya tersenyum padaku. Tersenyum manis. Dan disanalah kisah baru ku dimulai... 

PROFIL PENULIS
Nama : Cinintya Amalia
Ttl : Jakarta, 17 February 1992
Facebook : Cinintya Amalia
Email : cinintyaamalia@yahoo.com
Twitter : @cininlia
Blog : celotehcnintya.blogspot.com

Terima kasih kamu sudah berkenan membaca tulisanku ini. Semoga maksud dan tujuan dari cerita ini tersampaikan dengan baik pada kalian. Salam kenal yah...
No. Urut : 1397
Tanggal Kirim : 16/07/2013 16:57:56

Ditulis Oleh : Goresan Hati Hari: 14.46 Kategori:

0 komentar: