CERPEN *My Love In Japan.



Hari itu kebetulan teman ayahnya vienzha datang berkunjung, saat itu keluarga vienzha sedang kesulitan keuangan, meskipun dibantu oleh kakaknya tapi tetap saja pengeluaran masih lumayan besar. Lalu teman ayahnya vienzha yang bernama om Hari itu nawarin kerjaan tapi di luar negeri jadi TKI tepatnya di Jepang, selama 3 bulan di training dulu baru di kirim ke Jepang, ya katanya se

ch balas budi soalnya dulu berkat bantuan keluarga vienzha alhamdulillah sekarang kehidupan keluarga om hari jauh lebih baik dan serba berkecukupan. Namanya juga orang tua pasti khawatir lah, apalagi di TV banyak berita tentang penganiayaan dan kekerasan. Tapi om hari menjelaskan insyaallah aman, soalnya yang nanti ngebawanya masih saudara om hari, ya lumayan lah untuk tambah pengalaman dan penhasilan, nanti pun kerjanya ga akan sembarangan, makanya ada training dulu selama 3 bulan dan di sarankan untuk tinggal di sana supaya bisa lebih fokus. Dan setidaknya bayar 300 ribu untuk biaya training tapi tempat tinggal plus makan sudah ditanggung di sana jadi ga perlu khawatir. Mulanya orang tua vienzha ga setuju tapi itu terserah sama vienzha, karena kakaknya sudah kerja jadi vienzha yang ditawarin. Vienzha sech jelas mau apalagi dia itu pengen bisa pergi ke Korea, Jepang sama Taiwan. Om hari ngasih waktu 3 hari untuk pikir-pikir lagi, kalo fix mau tinggal telepon aza dan besoknya langsung di jemput. Orang tua vienzha pun menyetujuinya. Ternyata benar selama 3 bulan dia di training dan di ajarin 2 bahasa sekaligus soalnya mereka juga ga tau nantinya mau di tempatin dimana, pusing sech tapi dia harus bisa dasarnya, om hari bener-bener baik, tempat tinggal plus makan juga di sediain, vienzha tinggal seatap dengan tutornya itu supaya gampang dan cepet bisanya. Tiap hari vienzha ngaih kabar agar keluarganya ga khawatir. Tutornya bernama Mas Iqbal dia lulusan universitas cukup ternama di Jepang, sekarang dia kerja sampingan jadi tutor bahasa Jepang dan mandarin, masih muda udah sukses. mas Iqbal pun dengan sabar ngajarin vienzha dan dengan kesungguhan dia akhirnya dia bisa menguasainya juga meskipun dikit-dikit. mas Iqbal pun nge ACC dia ke Jepang, semua biaya tiket, visa dan paspor di tanggung Om hari. Vienzha pun pulang ke Bandung untuk nyiapin segala sesuatunya, seminggu kemudian vienzha dan Mas Iqbal pun berangkat ke Jepang. Orang tuanya pun ikut mengantar ke bandara, sepanjang jalan Mas Iqbal menjelaskan secara umum kerjaannya dan menasehati kalau kerja di sana jelas ga bisa seenaknya da haru menjalankannya sesuai aturan. Mulanya memang akan sedikit menyusahkan tapi asal kita sungguh pasti semuanya akan baik-baik saja. Sesampainya di sana mereka langsung ke rumah yang telah disediakan, nantinya dia akan tinggal sendiri soalnya Mas Iqbal hanya akan menemani sampai dia dapat bekerja di perusahaan tersebut. Keesokkan harinya mas Iqbal langsung ke tempat Iriya teman mas Iqbal.

"Vien ini Iriya, nanti dia yang akan membantu kamu selama di sini, Iriya saya titip saudara saya!" ucap Mas Iqbal (dalam bahsa Jepang Tentunya)
"OK, kamu tidak perlu khwatir, ya semoga dia betah dan keterima!" jawab Iriya
"Terima kasih!" ucap vienzha

Berkas-berkasnya pun segera di siapkan dan alhamdulilah vienzha keteima dan keesokan harinya vienzha sudah mulai bekerja, kemana-mana dia pasti selalu bawa kamus mini soalnya terkadang dia juga masih kesulitan. karena vienzha sudah keterima, Mas Iqbal pamit pulang, semenjak itu vienzha berkomunikasi lewat internet baik itu lewat email atau chatting. Sedikit bingung dan aneh, ga gampang kerja di Jepang, meskipun gajinya lumayan tapi biaya hidup juga sesuai hampir sama kayak di Jepang tapi ada lebihnya dikit. 2 bulan pertama, vienzha belum bisa kirim uang, soalnya uangnya di pake untuk beli kebutuhan lainnya. Hari ke hari, bulan ke bulan, vienzha mulai menguasai bahasanya, bercakap-cakap dengan lancar, bahasa Mandarinnya pun terus di pelajari dan diapun sudah bisa mengontrol keuangannya dan alhamdulilah bisa ngirim uang untuk keluarganya. Pekerjaannnya pun mulai dia kuasai dan senangi karena lingkungannya pun menyenangkan. Rekan-rekan kerjanya pun mengasyikan. Kadang-kadang dia juga suka ngerasa sepi soalnya di rumah cuma sendiri, tapi setidaknya tetangganya ramah-ramah.

"Konichiwa!" ucap vienzha pada tetangganya yang sedang berjualan
"Konichiwa!" jawab mereka semua sambi tersenyum

Karena hasil kerja vienzha cukup memuaskan, jadinya dia direkomendasikan untuk jadi staf tetap administrasi perusahaan tersebut di Taiwan, vienzha pun mengambilnya, dia mencoba selama 1 tahun. tapi baru saja dia mulai menguasainya, eh tiba-tiba 2 bulan kemudian ada masalah jadi perlu pengurangn pegawai dan vienzha salah satunya. Mulai dari situ lah, kehidupan vienzha berubah, karena tidak ingin membuat keluarganya khawatir dia berusaha cari pekerjaan sana sini untuk kebutuhan hidupnya. cari pekerjaan tetp cukup susah jadinya cari yang part time, kalo kerja part time di satu tempat itu masih kurang cukup jadinya dia cari lagi, dan alhamdulillah dia dapat. tapi terkadang dia dalam sehari bisa kerja di 3 tempat. Sampe sering telat makan. Dengan usahanya itu dia masih tetep bisa ngirim uang untuk keluarganya.

"Uhm lelahnya, badan pegel-pegel semua!" ucap vienzha
"iya, lelah sekali!" jawab Mizuki
"Ok, kita bereskan lalu kita pulang, ingin cepat-cepat sampai rumah!" balas Haruka
"Kalian istirahat saja, biar kita yang membereskannya!" ucap Hiro
"Benarkah?apa tidak apa-apa?" tanya vienzha
"tidak apa-apa, istirahat lah!" jawab Hiro
"terima kasih!" ucap vienzha dan Mizuki

Akhirnya para pria yang membereskan semuanya, setelah selesai mereka pun pulang bareng naik bus kota, mereka itu pulang sekitar jam 10 malam karena lembur. begitu sampai rumah langsung istirahat soalnya besok pagi harus kerja lagi. Begitulah kesehariannya, jam 8 part time di kafe sampai jam 3 trus jam 4 part time lagi di restaurant sampai jam 10 malem, tapi itu juga ga tentu kadang pulang jam 10 tapi pernah juga sampai pulang jam 12 tergantung keadaan. Makanya di lingkungannya dia jarang bergaul karena terlalu sibuk bekerja. Saat itu vienzha kebeulan pulang jam 11, baru aja nyampe di depan rumah, tiba-tiba salah satu tetangganya tepatnya sech pembantunya meminta tolong untuk membawa anak majikannya ke RS karena dia terjatuh dan kepalanya eberdarah.Vienzha punlangsung membawanya ke RS dengan tetangganya itu. Sesampainya dia langsung ditangani dan begitu dokter keluar mereka langsung menanyakan keadaanya.

"dokter bagaimana keadaannya sekarang?" tanya vienzha
"apa kalian keluarganya?" dokter malah balik nanya
"saya pengasuhnya dok, kalo dia tetangga kami!" jawab pengasuhnya
"lalu dimana orang tuanya, apa sudah dihubungi?" tanya dokter
"sudah, tapi handphone keduanya tidak bisa tidak dihubungi, saya akan terus mencobanya dok!" jawab pengasuhnya itu
"apa ada hal yang harus dibbicarakan dokter?" tanya vienzha
"iya,tolong kalau orang tuanya sudah datang,segera menemui saya!" jawab dokter
"apa kami bisa mewakilinya dulu, setelah mereka datang saya akan memberitahukannya atau segera menemui dokter!" balas vienzha
"uhm, baiklah, silahkan ikut saya!" ucap dokter

Vienzha dan pengasuhnya pun mengikuti dokter,lalu dokter itu pun menjelaskan bahwa anak itu mengidap kanker otak stadium menengah dan sebaiknya saat ini di rawat inap untuk mengetahui kondisi dan tindakan selanjutnya. Kasihan banget masih kecil udah kena kanker otak,padahal di umurnya sekarang masa-masanya senang bermain, sekarang dia berumur 5 tahun. lalu pengasuhnya pun bilang bahwa terkadang dia sering mengeluh sakit kepala, tapi kata orang tuanya dia cuma di suruh istirahat saja, ketika pengasuh itu menyarankan uuntuk membawanya ke dokter tapi malah pengasuhnya yang dimarahi, orang tuanya selelu sibuk bekerja jadi perhatian ke anaknya kurang. Setelah menjelaskan mereka pun kembali ke ruangan anak itu, nama anak itu Chen Lin. karena kebelet jadi vienzha ke kamar mandi dulu dan pengasuhnya itu duluan ke kamar Chen Lin, ketika mau kembali ke kamar Chen lin, dia melihat ada orang yang terjatuh dari kursi roda, vienzha pun langsung membantunya tapi dia malah marah dan menyuruh vienzha pergi, dia terus berusaha naik kursi roda tapi tidak sanggup, vienzha pun membantunya duduk di kursi roda begitu selesai vienzha cuma tersenyum dan pergi karena sepertinya orangnya itu galak dan tidak mau diganggu.

"Dasar aneh, gpp khan!" ucap vienzha tersenyum dan pergi
"Dia yang aneh, disentak bukannya marah malah senyum!" ucap pasien itu

Pasien itu pun kembali ke kamarnya, keesokan harinya vienzha pamit karena dia harus kerja karena orangtuanya belum bisa dihubungi jadinya nanti diusahakan pulang kerja vienzhake RS lagi. Hampir 2 minggu orang tuanya ga bisa dihubungi, begitu bisa langsung pengasuhnya memberitahu anaknya masuk RS, dan selama 2 minggu itu vienzha dan pengasuhnya gantian jaga. Jadinya vienzha kurang isirahat, setiap pulang malam ganti baju langsung ke RS,melelahkan tapi vienzha ga tega, tiap malam pun kadang dia ga bisa tidur, pas mau keluar beli makanan, vienzha ngeliat pasien yang waktu itu lagi, kayaknya mau turun ke bawah tapi karena lift nya sedang perbaikan jadi harus lewat tangga. Pasien itu cowok y masih muda seh, kao di lihat-lihat mukanya kayak anak kecil trus lumayan cantik, eh bukan bencong ya. Vienzha pun menghampirinnya.

"Eh, kamu lagi! mau turun ke bawah?" tanya vienzha
"boleh aku bantu, bahaya kalo turun sendiri!" tanyanya lagi
"uhm baiklah kalo tidak boleh, aku pergi, hati-hati!"ucap vienzha

Ga berapa lama baru beberapa langkah, pasien itu pun memanggil

"Boleh!" ucap pasien itu
"eh, apa?" tanya vienzha
"bantu aku turun ke bawah!" jawabnya
"owh, baiklah,,pelan-pelan saja!" ucap vienzhasambil membantu pasien itu

Vienzha pun menanyakan nama dan penyakitnya, ya meskipun pasien itu cuma diem saja,juteknya, vienzha terus nanya setelah sampai di bawah vienzha kembali ke atas untuk mengambil kursi rodanya. Karena vienzha ga tega dia pun ngajak pasien itu jalan-jalan sebentar untuk beli makanan. karena cuaca malamdingin, vienzha punmemakaikan jaketnya pada pasin itu dan memberinya bapau hangat.

"makanlah, cuacanya makin dingin sebaiknya kita masuk, pakai ini!" ucap vienzha sambil memakaikan jaketnya

Vienzha pun langsung mengantarkan ke kamarnya setelah itu dia langsung kembali ke kamar Chen Lin. Setiap hari jadinya dia sering ketemu pasien itu. Kondisi Chen Lin pun makin membaik tapi sayang orang tuanya belum bisa datang katanya masih ada urusan yang belum selesai dan ga bisa ditunda, tega bener orang tuanya, segitu anaknya parah tetep aja ngurus bisnis.

"Bi, kapan aku pulang, aku ingin pulang, kenapa mamah dan papah ga datang ke sini?" tanya Chen Lin
"Mamah dan papah belum bisa datang tapi secepatnya mereka akan pulang, sudah malam sebaiknya Chen Lin cepat tidur, ingat apa kata dokter khan!" jawab pengasuhnya
"Chen Lin!" panggil vienzha dari arah belakang
"Kaka,, loh itu khan bunga yang aku mau, bagaimana kaka mendapatkannya?"tanya Chen Lin
"Waktu kakak pulang kerja, kakak ngeliat ada yang jualan bunga ini, kakak inget waktu itu Chen Lin pesen bunga ini, makany kakak beliin, Chen Lin suka?" tanya vienzha sambiul memberikan bunganya
"suka, makasih ya kak! uhm tangan kakak dingin sekali!" ucap Chen Lin
"Di luar dingin sekali tadi kakak lupa bawa jaket, udaranya makin dingin kita ke kamar aja yuk, sudah malam chen lin khan harus banyak istirahat!" balas vienzha
"Baik!" jawab chen lin
"Apa nona baik-baik saja?" tanya pengasuh itu
"Iya, saya baik-baik saja!" jawab vienzha

Mereka pun kembali ke kamar, ternyata ga jauh dari mereka, pasien itu mengamat mereka dan ga sengaja dokter lewat mengamati pasien owok itu yang bernama Asuka. Dokter itupun menghampiru Asuka tapi Asuka mengelak dan dia pun kembali ke kamarnya. Karena merasa pengap jadi vienzha tidur di luar.

"Dasar aneh, udah tau dingin malah tidur di luar!" ucap Asuka sambil menyelimutinya setelah itu dia pergi

Dokter Xiao yu hanya tersenyum melihatnya setidaknya Asuka ada sedikit perkembangan. Tiap harinya Asuka hanya melihat orang-orang yang sedang terapi, ketika sedang asyik melihat, dia tidak sadar vienzha ada di belakangnya.

"kenapa cuma diliatin aja, ga mau masuk dan nyoba?" tanya vienzha
"buat apa?" jawab Asuka
"loh ko malah balik nanya, ya jelas supaya kamu bisa jaln lagi dong, memangnya kamu mauterus pakai kursi roda, sayang banget khan!" balas vienzha
"bukan urusan kamu!" jawabnya
"oh Dokter Yu, Selamat Siang!" sapa vienzha
"Selamat siang, apa kabar Asuka?" tanya dokter Yu
"Sama seperti biasanya, aku mau istirahat, permisi!" jawab Asuka
"Dasar jutek!" ucap vienzha
"Dia memang begitu, sudah 2 bulan dia di sini semenjak kecelakaan yang ia alamai yang menyebabkan kakinya lumpuh sebagian, semenjak itu dia tidak mau melakukan terapi dan selalu bersikap dingin terkadang menyebalkan!" jawab dokter
"dokter bisa saja, tapi apa lumpuhnya itu permanen?" tanya vienzha
"tidak, hanya saja jika dia tidak mau melakukan terapi, ada kemungkinan dia akan menjadi permanen!" jawab dokter
"Lalu bagaimana dengan keluarganya?" tanyanya lagi
"Sampai saat ini keluarganya atau temannya tidak ada yang berkunjung, mungkin ini salah satu faktor dia seperti itu!" jawab dokter
"Owh, sama seperti chen Lin!" ucap vienzha
"Tapi setidaknya sekarang dia mau berkunjung kemari dan dia jauh lebih baik dari kemarin-kemarin semenjak kenal dengan kamu!" jawab dokter
"ah dokter bercanda, tapi dok dia itu terkadang memang menyebalkan!" balas vienzha sambil tersenyum
"mau masuk?" tanya dokter
"boleh kah!" jawab vienzha
"tentu saja!" ucap dokter

vienzha dan dokter pun masuk ke ruang terapi, vienzha dikenalkan pada pasien-pasien di situ, mereka semua ramah-ramah, setelah itu vienzha kembali ke kamar Chen Lin, hari itu vienzha lagi libur kerja.

"Kakak darimana kok lama?" tanya Chen Lin
"Abis beli makanan terus mampir ke kamar temen dulu, 2 kamar dari sini!" jawab vienzha
"Temen kakak memang sakit apa?" tanya Chen Lin
"Dia habis kecelakaan." jawab vienzha
"Apa aku boleh menjenguknya?" tanya Chen Lin
"Chen Lin mau menjenguknya, tapi dia sedikit menyebalkan, oia tadi dokter bilang Chen Lin lusa boleh pulang!" jawab vienzha
"asyik, akhirnya aku pulang, ka ayo kita lihat teman kakak!" ucap Chen Lin

Mereka pun segera ke kamar Asuka, untungnya Asuka ada ...

"Selamat siang ka!" ucap Chen Lin
"maaf dia ingin menjenguk, kebetulan kamarnya ada di paling ujung!" tambah vienzha
"gpp!" jawab Asuka
"aku denger temennya kaka sakit jadi aku ingin jenguk, kadaan kakak gimana, katanya kakak abis kecelakaan ya!" ucap Chen Lin
"gpp ko, makasih ya sudah mau menjenguk!" jaawab Asuka sedikit tersenyum
"di sini sayang kurang seger, ah tunggu sebentar ya!" ucap Chen Lin
"Chen Lin mau kemana?" tanya vienzha sambil mengejarnya
"Aku mau kasih bunga ini, biar temen kakak cepat sembuh, ini untuk kakak supaya cepet sembuh dan ga kesepian, kata kakak lusa aku boleh pulang, jadi kakak cepat sembuh supaya bisa cepat keluar dari sini!" jawab Chen Lin
"Makasih ya Chen Lin, kamu baik sekali!" ucap Asuka
"Chen lin, waktunya pemeriksaan, ayo!" ucap pengasuhnya
"ia, dadah kakak, cepat sembuh ya!" ucap chen Lin

chen lin melakukan pemeriksaan ditemani pengasuhnya. Sementara vienzha masih mengobrol dengan Asuka . . .

"Kenapa kamu ga mau terapi?" tanya vienzha
"untuk apa?" jawabnya
"ya supaya kamu bisa jalan lagi lah!" balas vienzha
"Apa gunanya aku bisa jalan lagi, orang-orang pun tidak ada yang menginginkan aku sembuh!" jawabnya
"Ada anak kecil berumur 5 tahun, dia divonis mengidap kanker otak stadium menegah, orang tuanya selalu sibuk bekerja bahkan sampai anaknya RS pun mereka lebih mementingkan bisnis mereka, selama di RS dia cuma ditemani pengasuhnya dan tetangganya, begitu dia tahu penyakitnya dia langsung menangis tanpa henti, ketika penyakitnya kambuh dia hanya bisa menangis kesakitan tapi dari ke hari dia mulai mengerti dan ceria seperti biasanya, banyak orang yang sakit ingin sembuh, banyak oranh yang tidak bisa berjalan ingin berjalanbahkan berlari, mereka berusaha sekuat tenaga untuk sembuh, mereka tidak pernah menyerah, masih banyak orang yang jauh lebih menderita dari kamu tapi mereka tidak menyerah, semakin kamu tidak mau menggunakan kaki kamu, ada kemungkinan kamu akan lumpuh permanen, cobalah terapi itu, semua pasiennya ramah-ramah!" jelas vienzha
"oea, letakan bunganya di dekat jendela agar terkena sinar matahari!" tambahnya

vienzha pun kembali menemani Chen Lin, 2 hari kemudian akhirnya Chen Lin boleh pulang, sebelum dia pulang dia ingin menjenguk Asuka lagi, sayangnya saat itu Asuka masih tertidur jadinya Chen Lin hanya bisa melihatnya dan memberinya sepucuk surat.

"Kakak cepat sembuh, bunga ini untuk kakak, jaga baik-baik ya, hari ini aku sudah boleh pulang, tadinya mau pamit, tapi kakak masih tidur makanya aku tulis surat ini, jangan menyerah, kakak pasti sembuh!!! dadah .............."

Chen Lin

Semenjak itu vienzha jarang ketemu, paling kalau sempat dia hanya mengirim bunga itu pun dititipkan, seminggu kemudian orangtuanya Chen Lin datang, mereka langsung mengatur pengobatan untuk anaknya di luar negeri dan dari situlah vienzha tidak pernah ketemu laggi. tapi sebulan kemudian vienzha pindah dan itu terakhir kalinya dia ngeliat Asuka. vienzha pun harus mencari kerja lagi, kali ini dia pindah ke kota alias ke Taipeh, dia kerja di sebuah kafe lagi dan sebagai freelance dia jadi pengasuh anak tetangganya. jauh melelahkan dari sebelumnya tapi dia lebih punya waktu luang dibandingkan sebelumnya. hari ke hari, bulan ke bulan, ga kerasa dah hampir 3 tahun dia di luar negeri, karena ketekunan dan kesabarannya alhamdulillah kehidupan vienzha sudah bertaraf enengah. Meskipun sudah pindah tapi masih sering komunikasi dengan Mizuki, Haruka dan Hiro. selain kerja ya vienzha pun sambil iseng-iseng cuci mata soalnya banya cowok-cowok lucu dan ganteng. Lumayan lah, hari itu pas pulang ada yang menghampiri vienzha, cowok, lucu, tinggi, cakep lah.

"Hai, kamu kerja di kafe ini dah berapa lama, ko waktu itu aku ga pernah liat kamu?" tanyanya
"Baru 2 minggu." jawab vienzha
"oea kenalin aku Xia Tian, nama kamu siapa?" tanya Xia tian
"Vienzha!" jawabnya

Mulai dari hari itu vienzha dan Xia Tian makian dekat, kebetulan Xia Tian pelanggan kafe itu. Mungkin karena sering bareng, makanya Xia Tian mulai menyukainya dan dia nekat menyatakan perasaanya dan ienzha pun menerimanya. hari-hari vienzha pun semakin cerah, meskipun harus kerja keras tapi dia senang karena ada yang selalu mendukungnya. Setiap bulannya mereka merayakan hari jadi tapi ketika menginjak bulan ke-5, Xia Tian mulai berubah, sikap dan perhatiannya pun berubah. Mulanya vienzha mengerti kalo mereka ga bisa merayakan karena katanya Xia Tian ada kerjaan yang mendesak. Hari ke hari, Xia Tian melupakan hal-hal kecil yang seharusnya dia yang paling ingat. Bulan ke-6, vienzha ngajak ngerayain hari jadinya dan Xia tian menyanggupinya.

"Hari Sabtu nanti, kita rayain hari jadi kita gimana?" tanya vienzha
"Baiklah, di tempat biasa jam 7 malam ya!" jawab xia tian
"OK, kalo gitu aku kerja dulu, sampai ketemu hari sabtu!" ucap vienzha

Vienzha pun kembali kerja, dia ga sabar nunggu hari sabtu, rekan kerjanya hanya meledeknya. Vienzha pun membuat bolu seperti biasanya, karena saking senegnya vienzha ga sadar kalo dia di amati oleh Asuka.. Hari sabtu pun tiba, vienzha nunggu di tempat biasa jam 7 kurang, dia menunggu dengan hati berbunga, 1 jam, 2 jam dia masiih sabar menunngu sampai ada seseorang yang menghampirinya....

"Kamu mau mati kedinginan ya, malem-malem malah pakai jaket tipis!" ucap cowok itu
"eh, Asuka!" ucap vienzha kaget melihat Asuka disampingnya
"Kenapa sebegitu kagetnya,,aneh!" jawab Asuka
"bagaimana kamu bisa ada di sini, bukannya kamu mau ...."

sebelum vienzha menyelesaikannya Asuka sudah memotongnyna.

"Aku tinngal di kota ini, ga nyangka ketemu orang aneh lagi!" jawab Asuka
"eh, aku aneh, kamu yang aneh! tapisejak kapan kamu bisa jalan?" tanya vienzha
"sejak 5 bulan lalu, lau sedang apa kamu di sini kayak anak hilang aja!" jawab Asuka
"Aku sedang menunggu orang tapi ......"

vienzha terkejut ketika dia melihat Xia Tian dengan wanita lain, lalu dia teringat temannya kalo Xia Tian sudah selingkuh, lalu dia menghubungi Xia Tian tapi dia telah berbohong, lalu vienzha memutuskan hubungannya dengan Xia Tian karena percuma dilanjutkan juga.

"Kakak dimana sekarang?" tanya vienzha
"Uhm, dirumah, kenapa!" jawab Xia Tian
"kakak sekarang lupa hari apa?" tanyanya lagi
"sekarang hari sabtu khan, memangnya sekarang kamu lagi dimana?"jawab Xia Tian
"aku, aku lagi di terminal, ka aku mau ngobrol apa kita bisa ktemu sekarang?" tanya vienzha
"sekarang ga bisa, maaf ya, di telepon saja!" jawab Xia Tian
"oh, lebih baik kita putus saja, aku rasa kita sudah ga cocok lagi, kaka juga sudah ngebohongin aku, bahkan kakak lupa janji kita sekarang!" ucap vienzha
"Soal itu,...." omongan Xia Tian langsung dipotong
"Jadi percuma kalo dilanjutin juga, terima kasih karena kaka sudah ngasih banyak kenangan indah, sampai jumpa!" lanjutnyna sambil nutup teleponnya.
"Kamu gpp?" tanya Asuka
"Gpp, mau nemenin makan kue, sayang kalo dibuang!" ajak vienzha
"Eh ..."ucapnya
"Itu teman kamu, ajak saja makin banyak makin rame!" jawab vienzha
"aku boleh ikut, apa tidak apa-apa?" tanya Xiu
"tidak, ayo!" jawab vienzha

mereka pun pulang ke rumah, dan memakan bolunya dengan nikmat, sepertinya Xiu dan Asuka menyukainya. Semenjak itu vienzha jadi lebih sering bareng Asuka dan Xiu, perasaannya pun mulai terobati. Vienzha baru dapat kabar katanya kakaknya mau nikh 2 minggu lagi, jelas vienzha senang sekali, tapi mungkin vienzha datangnya 1 minggu sebelum acara karena dia ga bisa ijin terlalu lama. Keluarganya pun memahaminya, dia pun mempersiapkan segala sesuatunya.

"Vien, aku dengar katanya kakak kamu mau nikah ya, selamat ya!" ucap Xiao yu
"iya, makasih, kira-kira bos ngijinin ga ya, soalnya aku mau ijin 1 minggu?" tanya vienzha
"coba saja, kayaknya diijinin dech, boss ada tuh, sana! " jawab Xiao Yu
"OK, huft, aq ke sana dulu ya!" balas vienzha

Vienzha pun menemui bosnya untuk membicarakan perijinannya.

"Bos, aku mau minta ijin selama seminggu, boleh tidak bos!" ucap vienzha
"seminggu, memangnya kamu mau kemana?" tanya bosnya
"kakak mau nikah, makanya aku mau ijin seminggu!" jawab vienzha
"Benarkah? memang acaranya dimana?" tanya bosnya
"di Indonesia, kebetulan udah hampir 3 tahun aku ga pulang, makanya aku mau minta ijin seminggu!" jawab vienzha
"apa seminggu cukup, ya sudah aku kasih 15 hari, apa itu cukup?" tanya bosnya
"15 hari? uhm tidak perlu bos, 15 hari terlalu lama, 10 hari saja itu sudah cukup!" jawab vienzha
"ok, semuanya bisa diatur, kapan kamu berangkat?" tanya bosnya
"minggu depan!" jawab vienzha

Ya untuk ngeganti jadinya selama seminggu ini, vienzha lembur, setelah membeli barang-barang yang dibutuhkan, vienzha langsung mengepaknya. Asuka dan Xiu pun membantu dan rencananya mereka berdua ingin ikut ke Indonesia, ya sekalian buat dokumenter githu, apalagi adatnya khan berbeda. Akhirnya mereka berdua pun ikut pulang ke Indonesia, keluarganya sudah memberi tahu bahwa mereka pindah ke Jawa tapi unstuk acaranya di Jakarta, vienzha pun telah memberitahu kalo temannya akan ikut, sebelum vienzha pergi bos dan rekan-rekannya memberikan bingkisan untuk kakaknya. Sesampainya di Jakarta vienzha langsung naik bus, kayaknya iini pertama kalinya mereka naik bus dengan desak-desakan. Akhirnya sampai juga di rumah, semuanya menyambut kedatangan vienzha, jelas vienzha sangat senang karena hampir 3 tahun dia ga ketemu, apalagi sekarang semua saudaranya pun ada. Keluarganya pun rada bingung menyambut Asuka dan Xiu ditambah cuma vienzha yang ngerti, mereka juga kadang bantu-bantu, kadang juga suka di ajak ke pasar.

"rame banget di sini, baru kali ini aku pergi ke pasar kayak githu, meskipun disana ada tapi ga kayak disini!" ucap Xiu
"tapi maaf beginilah rumah aku, ya mungkinlebih besar dari rumah kalian, ditambah kalian juga tidurnya ga dikasur, makan juga ga kayak biasanya!" jawab vienzha
"tapi lebih nyaman, ini baru disebut keluarga!" balas Asuka
"he,sebaiknya kalian istirahat soalnya besok kan acaranya, besok maaf ya merepotkan!"ucap vienzha
"gpp, nyantai aja! kebetulan cape nih!" jawab Xiu

Mereka pun masuk ke dalam, sebelumnya vienzha udah ngasih tahu kalo besok harus bangun pagi untuk persiapan, bienzha pun di dandani jadi pager ayu tapi karena ribet kalo disanggul jadinya cuma dilinting-linting ke atas githu, lau orangtuanya vienzha pun menyuruh vienzha untuk membangunkan Asuka dan Xiu, pas diketuk ternyata mereka udah rapih dengan pakaian resmi jadi tambah cakep, mereka berdua pun kaget melihat vienzha pakai kebaya plus high heels. Mereka pun segera bersiap-siap karena acara seserahannya mau di mulai. Asuka dan Xiu pun sudah mengambil tempatnya masing-masing, dari awal ampe akhir mereka rekam. Setelah Ijab Kabul selesai, para tamu bersalaman, pas foto keluarga, Asuka dan Xiu pun diajak turut serta, acaranya sampe jam 5, cape dan pegal. Alhamdulillah semuanya lancar. Keesokan harinya, vienzha, Asuka dan Xiu jalan-jalan bareng adik dan saudara plus keponakan vienzha, karena vinzha cuma ngambil ijin 10 hari jadinya lusa dia harus ke sana lagi. ga kerasa mereka harus pulang, baju dan oleh-oleh udah disiapin, mereka pun diantar sampai bandara. Orang tua Vienzha dan keluarganya pun meyukai Asuka dan Xiu, bahkan mereka mengira salh satu dari mereka adalah pacarnya. meskipun cuma 10 hari tapi Asuka dan xiu mendapat banyak pelajaran yang berharga. bahkan mereka berdua ingin ikut kumpul bareng lagi.

"vien hati-hati ya di sana, inget jaga kesehatan!" ucap mamahnya
"iya, Xiu dan Asuka titip vienzha ya!" tambah bapanya
"iya!" jawab keduanya dengan b.indonesia tapi masih kaku

Mereka pun pamitan dan langsung ke pesawat, begitu di pesawat vienzha sedikit menagis, dan mereka berdua memakluminya. Sesampainya di Taipeh, pekerjaan sudah menanti dan kembali ke rutinitas semula. baru aja dia menikmati kesenangannya, dia mendapat kabar buruk kalo Xia Tian mendapat kecelakaan yang cukkup parah, sekarang dia di rawat di RS, sdangkan pacar barunya tidak dapat bertahan karena terlalu banyak mengeluarkan darah, vienzha mendapat kabar itu dari orang tuanya, vienzha pun segera ke RS bersama orang tuanya Xia Tian, padahal mingggu depan rencananya mereka akan menikah. Luka Xia Tian cukup parah dan belum sadarkan diri, vienzha terlihat sangat syok. Pulang kerja vienzha mampir ke RS untuk menjaganya, ya meskipun dia telah menyakiti hatinya tapi dia tetap belum bisa sepenuhnya melupakannya. Asuka dan Xiu mencari ke tempat kerjanya tapi dia udah ga ada, rekannya ngasih tau kalo dia di RS, mereka berdua pun segera ke RS, karena menjaga Xia Tian dia terlalu kelelahan dan makan ga teratur. Pas vienzha mau kembali ke kamar Xia Tian, kepalanya pusing dan hampir aja terjatuh, tapi untungnya Asuka langsung menahannya.

"Kamu gpp vien?" tanya Xiu
"eh, kalian! aku gpp cuma sedikit pusing aja, maaf!" jawab vienzha
"dasar bodoh!" ucap Asuka
"eh!" jawab vienzha bingung
"ngerawat orang sih boleh aja tapi jangan nyiksa diri gini, yang ada malah kamu yang akan sakit, tiap hari kurang istirahat, makan ga teratur, dasar bodoh!" balas Asuka
"iya, liat muka kamu keliatan cape dan lusuh! Badan kamu juga panas, sebaiknya kamu pulang dulu, nanti kalo udah baikan kamu ke sini lagi!" ucap Xiu
"aku gpp ko, tenang aja!" jawab vienzha
"vienzha, Xia Tian sudah sadar!" ucap ibunya

Vienzha pun langsung ke kamar Xia Tian, tapi baru aja ngeliat sebentar, xia Tian hanya mengucapkan maaf, lalu kondisinya kritis dan kali ini ga bisa bertahan, dokter pun sudah berusaha tapi Tuhan berkehendak lain, ibunya menangis histeris, vienzha hampir saja terjatuh lagi, tapi langsung di tahan Asuka dan Xiu. Vienzha menahan air matanya, lalu Xiu memberi isyarat agar Asuka membantu menenangkannnya dan membawanya keluar, setelah dipastikan Xia Tian tidak dapat tertolong lagi, air matanya ga bisa ditahan lagi, keesokan harinya vienzha memaksakan diri untuk menghadiri pemakaman Xia Tian. Asuka dan Xiu pun menemaninya, setelah selesai pemakaman, vienzha sambil menahan sakit kepalanya langsung pulang ke rumah, Xiu menyarankan untuk berobat soalnya bdannya panas sekali dan mukanya juga pucat, tapi vienzha ga mau, mereka pun membawanya pulang, mungkin karena udah ga kuat, veinzha pun pingsan, Xiu langsung menelpon dokter.

"dokter, bagaimana keadaanya?" tanya Xiu
"dia hanya kelelahan dan kurang nutrisi ditambah dia sepertinya sedih berat yang membuatnya banyak pikiran!" jawab Dokter
"teman dekatnya baru meninggal dok, tapi dia tidak apa-apa?" tanya Xiu
"tidak, sebaiknya dia banyak istirahat dan makan sayur-sayuran, dan ini obatnya, kalo selama 3 hari belum ada perubahan hubungi saya!" jawab dokter
"baik dok, terima kasih!" ucap Xiu
"kalo begitu saya permisi dulu!" jawab dokter
"akku tebus obatnya duu, kamu jaga dia, jangan lupa sambil di kompres! " ucap Xiu
"eh, kenapa aku?" tanya Asuka
"sudah, sana jangan banyak tanya, aku pergi dulu!" jawab Xiu

Asuka pun mengompresnya, badan vienzha panas sekali tapi alhamdulilah setelah minum obat, keadaannya makin membaik dan dia pun udah mulai kerja lagi setelah beberapa hari istirahat. Selama beberapa hari vienzha tak bertemu Asuka karena dia ada urusan penting, hpnya juga ga bisa dihubungi dan kebetulan Xiu pun ada kerjaan di luar kota jadi ga bisa nemenin. Suatu hari pas mau pulang, vienzha ngeliat anak kecil sekitar 6 tahunandi pinggir jalan, kalo diliat dari penampilan sech kayaknya dia kesasar, vienzha pun menghampirinya mereka ngobrol-ngobrol, katanya sech dia itu nyari kakaknya, karena udah malem, vienzha pun membawanya pulang kayaknya dia juga kecapean, vienzha pun menyuruhnya dia makan dulu terus istirahat, besok baru dibicarain lagi. Tadinya vienzha mau bantu nyari tapi dia ga punya foto kakaknya, mau pake jasa polisi tapi dia ga mau soalnya dia kabur dari rumah, waduch-waduch umur 6 tahun udah maen kabur-kaburan. Sejak itu dia tinggal bareng vienzha, namanya Miyuki. karena vienzha harus kerja jadinya Miyuki ditinggal di rumah, tapi makanan udah disiapin dan Miyuki juga ngebantu vienzha pas ngasuh anak tetangga. Hampir seminggu Miyuki tinggal bareng vienzha, Asuka pun sudah kembali, pas Asuka datang ke rumah vienzha, dia kaget begitu melihat adiknya ada bersama vienzha sedang main dengan anak yang lainnya. Miyuki yang melihat kakanya langsung berteriak dan memeluknya, vienzha juga bingung.

"kakak .....!" teriak Miyuki
"Miyuki, syukurlah! gimana kamu bisa ada di sini?" tanya ASuka
"kakak itu yang nolongin aku dan dia juga ngebolehin aku tinggal di sini!" jawab Miyuki
"untuk apa kamu nyari kakak? kabur dari rumah, kalo terjadi sesuatu padamu gimana, mereka mencari kamu kemana-mana bahkan sampai lapor polisi, apa yang kamu pikirkan, kamu ini baru 6 tahun!" ucap Asuka
"Asuka, pelankan suaramu,banyak anak-anak!Miyuki dia kakak Miyuki?" tanya vienzha
"iya!" jawab Miyuki
"maaf,Miyuki ikut kakak sekarang, kita pulang!" ucap Asuka
"aku ga mau pulang, aku mau tinggal sama kakak, kakak bohong waktu itu kakak bilang mau pulang tapi kakak ga pulang-pulang, kakak jahat!"teriak Miyuki sambil lari ke kamar
"Biar dia tenang dulu, masuklah dulu,ga baik diliat anak-anak!" ucap vienzha

Asuka pun masuk, setelah anak-anak pulang baru mereka membicarakannya, Asuka pun memberitahukan orang tuanya bahwa Miyuki sudah ditemukan dan mereka pun segera menyusul kemari. vienzha pun membujuk Miyuki untuk keluar dan dia berhasil. Asuka pun minta maaf karena dia sangat khawatir. Beberapa jam kemudian orang tuanya datang, tapi sikap mereka kurang ramah, begitu datang mereka malah memarahi dan memaki vienzha, mereka malah menuduh vienzha yang menyembunyikan anaknya ditambah ketika Miyuki dijak pulang dia ga mau, mereka tambah memfitnahnya, Asuka yang kesal mendengarnya langsung membela vienzha.

"oh jadi selama ini kamu yang sudah menyembunyikan anak kami, dan kamu juga sudah menghasut anak kami agar tidak mau pulang!" ucap ibunya
"cukup, kalian tetap ga berubah ya, masih ga tau terima kasih!" ucap Asuka
"apa maksud kamu? apa gini balas jasa kamu terhadap kami!"tanya ayahnya
"balas jasa? tau apa kalian tentang balas jasa, apa kalian ga berpikir jika ga ada dia apa yang akan terjadi pada Miyuki, mungkin dia masih terluntang lantung di jalanan!" balas Asuka
"Asuka,aku gpp,mereka hanya khawatir!"ucap vienzha
"diam kamu, jadi Asuka pun telah kamu hasut!" jawab ibunya sambil nampar vienzha

Asuka yang melihatnya langsung marah, Miyuki hanya menagis, vienzha pun membiarkan mereka untuk bicara, sementara vienzha ke dapur untuk membuatkan minuman dan menyuruh Miyuki diam di dalam kamar. Tapi niat baik vienzha tetep ga disambut hangat, teh panas yang dia buatkan malah disiram ke tangan vienzha, galak bener nie orang, jelas vienzha kepanasan. Asuka pun langsung mengobati vienzha tanpa memperdulikan orang tuanya. Miyuki pun langsung keluar kamar setelah mendengar vienzha berteriak. Setelah diobati, Asuka meminta Miyuki untuk pulang bersama orang tuanya, kalo ada waktu Asuka akan mengajak Miyuki keluar jalan-jalan bareng vienzha juga Xiu. Setelah dibujuk akhirnya miyuki pun mau meskipun wajahnya terlihat sangat sedih. meskipun begitu orang tuanya ga merasa bersalah dan mereka langsung pergi githu aja. Asuka sangat kesal, tapi vienzha menahanya karena bagaimanapun juga mereka adalah orang tuanya. Karena lukanya harus diperban jadi pekerjaannya sedikit terganggu dan Asuka merasa bersalah karena luka itu dan alhasil dia terpaksa dipecat karena ada pengurangan pegawai. Vienzha terlihat sangat sedih, tapi dia memutuskan untuk istirahat dulu sampai lukanya sembuh. Jadinya vienzha cuma kerja jadi pengasuh aja. Suatu hari ibunya Asuka datang lagi, ternyata masih aja sama , kali ini ibunya ga dateng sendiri dia dateng sama cewek cantik, tinggi ya oklakh, ternyata ibunya mau marah-marah lagi ditambah dia nyuruh vienzha untuk menjauhi Asuka karena sebentar lagi dia akan menikah dengan cewek pilihan ibunya, yang bikin vienzha sakit hati, ibunya udah marah-marah, nyentak, eh ditambah dia juga melemparkan uang ke muka vienzha. Lalu mereka pun pergi tapi vienzha jadi marah dia ngerasa harga dirinya dijatuhkan, lalu dia mengambil semua uang yang berserakan dan mengembalikan uangnya, emangnya cuma mereka aja yang bisa marah dan ternyata yang menyebabkan vienzhadipecat adalah ibunya Asuka. Benar-benar menjengkelkan. Tapi vienzha ga mau disebut penakut, dia hanya menganggapnya angin lalu, meskipun begitu vienzha ga memberi tahu Asuka dan Xiu. Asuka dan xiu pun membantu vienzha mencari pekerjaan, ya bisa diibaratkan rumah vienzha alah rumah kedua merekka. Suatu hari pas mereka pulang dari jalan ada yang mau menabrak vienzha tapi keburu ditarik Asuka tapi malah Asuka yang tertabrak, vienzha sangat syok dan merasa sangat bersalah, lalu mereka segera membawanya ke RS, orang tuanya yang mengetahiu Asuka kecelakaan jelas marah besar dan kali ini memaki vienzha abis-abisan dan mengusirnya, Xiu pun menjelaskan tapi tetep aja ga dianggap, malah menyuruh Xiu untuk mengusirnya. Hati vienzha jelas tambah sakit, malam itu sedang turun salju, vienzha yang merasa sedih dan bersalah terus berjalan dan dia duduk termenung di taman meskipun dia kedinginan tapi dia ga peduli, Xiu pun mencarinya tapi ga ketemu, lalu dia menunggu di rumahnya pun ga dateng-dateng hampir 2 jam dia nunggu tapi ga ada juga, lalu dia pun mencoba mencarinya lagi tapi hasilnya nihil, karena semakin dingin dia pun kembali ke RS. Karena selama beberapa hari tidak sadarkan diri, orangtuanya pun membawanya kembali untuk di rawat oleh Dr. Yu. Selama 2 hari, vienzha hanya termenung dia pun libur jadi pengasuh. Xiu tetap memberi kabar pada vienzha keadaan Asuka dan dia meminta maaf karena dia belum bisa menjenguknya karena dia ikut menjaga Asuka. Setidaknya vienzha sedikit tenang mendengar kabar dari Xiu. Asuka pun telah sadar, dari hari ke hari kondisinya makin membaik dan untungnya tidak ada luka yang parah. Orangtuanya cukup kaget, karena banyak pasien yang telah mengenal Asuka dan betapa kagetnya lagi mendengar bahwa Asuka pernah dirawat disini karena kecelakaan yang membuatnya lumpuh tapi untungnya ada vienzha yang tanpa sengaja bertemu dan memberikan semangat untuk terus berusaha. Dokter pun menjelaskan keadaan Asuka yang sebelumnya sampai dia bisa bangkit lagi mskipun Asuka jutek tapi banyak pasien yang menyukainya. Alhamdulilah ga disangka vienzha dapat panggilan lagi dari perusahaan yang sebelumnya karena tempat tinggalnya jauh jadi dia memutuskan untuk pindah lagi dan dia pun tidak memberi tahu siapapun tentang kepindahannya termasuk Asuka dan Xiu. Sebulan kemudian, setelah Asuka sembuh total dia kembali lagi ke TAipeh tadinya mau kasih surprise untuk vienzha tapi sayng mereka terlambat vienzha udah pindah. Tapi masalah pernikahan Asuka, orang tuanya tetap ingin menjodohkan dengan anak rekan kerjanya. Tapi Asuka menolak keras perjodohan ini, Xiu dan Asuka terus mencari, meskipun bisa menghuhbungi tapi vienzha ga mau mengatakan dimana dia tinggal, dia juga sudah memaafkan orang tuanya juga dia mendoakan pernikahan Asuka dengan cewek pilihan orang tuanya. Entahlah tapi kayaknya vienzha mulai menyukai Asuka tapi dia ga mau perasaannya terlampau jauh. Asuka pun sekarang kerja di bidang desain grafis, sedangkan Xiu kerja di bidang broadcasting. Sementara vienzha di bagian administrasi tapi dia nyampingan juga terima tender-tender kecil githu. Setahun kemudian, kebetulan hari itu dia dapat tiket VIP nonton konser Super Junior dari temannya, rame banget dech, cakep-cakep pula orangnya, keren lah, acara konser berakhir jam 10 malam, pas mau pulang tanpa sengaja dia ketemu dengan Asuka di bus. Asuka terlihat keren dengan kaos plus jaket ya setelan sporty lah, mereka pun ngobrol-ngobrol tapi sedikit canggung.

"Lama ga jumpa, apa kabar?" tanya vienzha

Asuka ga ngejawab dia hanya diam dan mandangin vienzha dengan tatapan sedih. vienzha pun jadi bingung, udah hampir setahun ga ketemu dan 6 bulan terakhir putus komunikasi. Jadi serba salah, apalagi kalo liat tatapan dingin matanya. Tapi vienzha mencoba mencairkan suasana.

"He, mau sampai kapan ngeliatin kayak gitu serem tau,mana diem aja kayak mayat hidup!" ucap vienzha gurau

Asuka tetep diem aja, ga lama vienzha dapet telepon ternyata dari Haruka, vienzha jadi khawatir karena Haruka menelepon dengan suara terengah-engah seperti sedang dikejar orang, ternyata benar dia sedang dikejar para preman yang dulu sempat mencelakainya. Haruka adalah rekan kerjanya dulu, dia juga pindah dan ternyata sekarang mereka jadi rekan dan mereka pun tinggal satu atap, dan yang lebih baiknya setelah lama ga ketemu sekarang Haruka sudah menjadi mualaf, sewaktu bermasalh dengan preman-preman itu ada seorang bapak-bapak yang menolong, dia dirawat bersama keluarganya. Haruka melihat setiap hari mereka ibadah 5 x yang disebut sholat, keluarga itu hidupnya kurang berkecukupan tapi terlihat sangat harmonis, tanpa sadar selama dia tinggal disana dia ingin mempelajarinya, setelah yakin dan mantap, akhirnya Haruka memutuskan untuk menjadi mualaf, keluarga itu pun mengajari Haruka dengan sabar, 3 bulan kemudian Haruka mendapat panggilan kerja dan alhamdulilah dia diterima sampai sekarang dia tiap bulannya mengirimkan sebagian gajinya untuk keluarga itu ya meskipun tidak seberapa. Ketika vienzha ketemu Haruka di kantor, Haruka langsung mengajak vienzha ke rumahnya dan tinggal bersama kebetulan tempat tinggalnya dekat dengan kantor, lagipula nantinya biaya bisa ditanggung berdua. vienzha pun setuu, pekerjaan mereka bagi 2, ya pokoknya bagi rata dech. Ketika di bus vienzha melihat Haruka di pinggir jala, dengan terburu-buru vienzha pun turun, mulanya Asuka ga akan turun tiba-tiba dari arah belakang Asuka menyusul. vienzha pun segera menghampiri Haruka, begitu Asuka mendekat dia kaget melihat orang yang di depannya adalah kakaknya sendiri yang sudah lama pergi dari rumah. keduanya pun sama terejutnya tapi cuma vienzha yang kebingungan. Lalu dari arah seberang, para preman itu terus berlari semakin dekat. Haruka sudah kelelahan dan wajahnya pun terluka, vienzha pun ngebantu Haruka untuk menepi tapi Asuka malah menghajar satu per satu, vienzha pun nyoba narik Asuka tapi malah lengannya yang kena pukulan mereka, Asuka pun mendorong vienzha dan menghajar mereka, sementara Haruka sudah kecapean, kebetulan di situ ada kantor polisi, vienzha pun lari dan segera memanggil mereka, akhirnya semua preman itu ditangkap polisi, vienzha dan Asuka membantu memapah haruka, sesampainya di rumah Haruka dan Asuka langsung diobati, Haruka pun menjelaskan bahwa Asuka ini adlah adiknya, hampir 2 tahun Haruka pergi dari rumah, sejak itu dia ga pernah komunikasi lagi dengan keluarganya sampai sekarang dia ketemu dengan Asuka.vienzha pun ke kamar setelah membuatkan minuman untuk mereka, karena vienzha ingin membiarkan mereka bicara. Tanpa sadar vienzha ketiduran, akhirnya Asuka nginep malam itu. Selama vienzha dan Haruka tinggal bareng mereka sering curhat, ternyata orang yang mereka omongin itu, Asuka. karena sudah tau yang dimaksud itu Asuka makin nyambung sekarang, Haruka pun mengucapkan selamat karena adiknya itu mau menikah, tapi Asuka langsung menyangkal, dia menolak perjodohan itu, Asuka menanyakan kenapa Haruka bisa tahu, Haruka pun menjawab dia tau dari vienzha.

"vienzha?bagaimana dia tahu??" tanya Asuka
"ibu mendatanginya dan seperti biasanya ibu memakinya, dan ibu juga menyuruhnya untuk pergi ninggalin kamu sambil memberikan uang tapivienzha menolaknya dan tidak menghiraukan ibu, sampai kamu kecelakaan dia merasa bersalah dan ibu mengusirnya bahkan menghinanya, menurutmu apa yang telah ibu lakukan sampai dia mau pergi, karena dia bukan typical orang yang suka menghindari masalah jika bukan karena suatu hal!" jelas Haruka
"aku tidak tahu, yang aku ingat begitu sadar, aku ada di RS dokter Yu." jawab Asuka
"ya sudahlah, sudah malam, istirahalah!besok kita bicarakan lagi." ucap Haruka

Mereka pun istirahat, keesokan harinya seperti biasa setiap hari Sabtu vienzha kerja part time, setelah dia menyiapkan sarapan dia langsung pergi, jadi pas mereka bangun vienzha sudah berangkat. vienzha krja dari jam 8 sampai jam 6 sore, ya cape juga sech, sejak itu kalo ga ada job, Asuka tinggal bareng mereka, kadang Xiu juga ikut nginep kalo ga ada job. Semua permasalahn sudah mulai clear dan seperti dulu lagi, meskipun cape tapi vienzha betah coz bos dan pegawainya baik-baik dan humoris jadi ga boring. Kadang bosnya sering ngajak jala-jalan untuk refreshing, terus tiap minggu kunjungan ke rumah-rumah gitu, nah berhubung vienzha pegawai baru jadi belum ditentukan kapan kunjungannya.

"Pagi bbos!" ucap vienzha
"pagi juga ndut!" (ketawa) jawab bosnya

Hari itu kafe lumayan rame, seperti biasa semuanya kerja dengan semangat dan penuh senyuman ya meskipun ada beberapa tamu yang menyebalkan. sekitar jam 5 sore lumayan kosong, si bos ,emang sudah biasa kalo lagi kosong suka gabung sama anak-anak, mereka pun ngobrol-ngobrol, lalu tiba-tiba si bos ngajak minggu ini kumpul di rumah vienzha aja soalnyadi rumah Xiao Lu lagi ada renovasi, ya vienzha otomatis harus ijin dulu sama Haruka dan keesokan harinya Haruka menyetujui dan hari minggunya mereka semua datang ke rumah vienzha, ya meskipun kecil tapi nyaman, sehari sebelumnya vienzha mempersiapkan semuanya mulai dari makanan pokok sampai cemilannya, Haruka dan Asuka pun ikut membantu, mereka sambil bercanda jadinya pas buat bolu mukanya pada belepotan semua. Keesokan harinya sekitar jam 10an mereka datang, karena ada urusan Haruka dan Asuka pergi dulu, mereka pun ngobrol-ngobrol segala diomongin, pokoknya saat itu ga ada status bos atau karyawan, semuanya makan bareng, kayaknya masakan vienzha enak soalnya semuanya lahap, sekitar jam 4an mereka mau pamit tapi Haruka dan Asuka belum datang.

"maaf ya jadi merepotkan."ucap bosnya
"nyantai aja bos, tapi maaf cuma seadanya!" jawab vienzha
"oiya katanya kamu tinggal bertiga pada kemana?" tanya Xiao Lu
"mereka ada urusan, harusnya sech udah pulang, mungkin masih di jalan!" balas vienzha
"oh ya udah kita pamit duluan ya, salam aja buat mereka!" ucap yang lainnya

Ketika membuka pintu, mereka baru pulang, mereka pun pamitan tapi begitu kagetnya ketika mereka berdua melihat bosnya vienzha, begitu juga sebaliknya yang lainnya pun pulang duluan. ketika mereka berdua masuk tiba-tiba mereka langsung memeluk bos vienzha jelas vienzha bingung, dan itu pertama kalinya vienzha melihat 3 cowok sekaligus nangis, setelah tenag mereka pun bercerita. Ternyata bos vienzha adalah ayah dari mereka berdua, tapi kata ibunya ayahnya itu sudah meninggal padahal mereka itu bercerai, hak asuh didapatkan ibunya, hampir 15 tahun mereka tidak betemu ayahnya, setelah bercerai ibunya pindah rumah dan setahun kemudian ibunya menikah lagi, semenjak itu kehidupan mereka berubah, Haruka yang tidak suak ibunya menikah lagi, lalunmemutuskan untuk pergi dari rumah, ayahnya yang mencari alamat mereka tidak ketemu dan sampai suatu hari dia ketemu Om Hari, singkat cerita ayahnya mereka bekerja sama dengan Om hari dan mas iqbal sampai akhirnyadia bisa membuka kafe sendiri dan waktu itu ga senagaj ayahnya itu hampir ketabrak dan vienzha yang lewat situ langsung menariknya, kebetulan waktu itu vienzha lagi nyari kerja, ayah mereka yang melihat CVnya langsung menyuruhnya untuk datang ke kafe, setelah di interview akhirnya vienzha diterima kerja, asalnya vienzha ditawarin kerja full time tapi karena saat itu dia sudah bekerja di perusahaan yang lama jadinya vienzha cuma ngambil part time. Ga lama setelah Haruka pergi, Asuka pun ikut keluar dari rumah karena dia ga suka di atur-atur sementara mereka berdua hanya sibuk bekerja, saat itu Miyuki umurnya 1 tahun. vienzha pun meninggalkan mereka karena tidak ingin menggangu.

"Ibu kalian bagaimana kabarnya?"tanya ayahnya
"mungkin baik-baik saja, sekarang ibu sudah menikah lagi dan punya anak dari suaminya sekarang tapi ego ibu belum berubah!" jawab Asuka
"benarkah, jadi kita punya adik dari pria itu?" tanya Haruka
"ya, Miyuki namanya, jika bukan karena dia mungkin aku sudah tidak menganggap ibu, kadang kelakuan ibu membuat sakit hati orang dan kelewatan!" jawab Asuka
"ibu kalian tidak pernah berubah, ya sudah lah yang penting sekarang kita bisa berkumpul lagi, maaf karena baru sekarang ayah bisa bertemu dengan kalian! jadi kalian di sini bersama vienzha?" tanya ayahnya
"iya, tapi kalo Asuka ada kerjaan cuma kita berdua aja!" jawab Haruka
"bagaimana kalau kalian tinggal bersama ayah saja, bila perlu ajak juga vienzha tinggal bersama kita!" ucap ayahnya
"Asuka bujuklah vienzha untuk tinggal bersama kita, sana cepat!"sela Haruka
"kenapa harus aku yang bujuk dia, kamu saja!" jawab Asuka
"sudahlah cepat sana!" ucap Haruka sambil mendorong Asuka

Haruka hanya tertawa, Asuka pun mengetuk pintu kamarnya tapi tidak di jawab taunya lagi-lagi vienzha ketiduran di meja belajarnya, Asuka pun mematikan laptopnya dan memindahkannya ke kasur. kali ini Asuka mulai merasakan kembali getaran-getaran gimana gitu setelah menyelimutinya Asuka pun kembali ke ruang tamu padahal baru jam 7, akhirnya mereka ngobrol-ngobrol bertiga mengenang masa lalu githu. Asuka pun memberitahu Xiu berita bahagia inni, karena saking asyiknya ngobrol mereka seua tertidur di ruang tamu dan sekitar jam 12an, vienzha bangun lalu menyelimuti mereka dan membereskan sisa makanannya. Setelah itu dia pun kembali tidur. Keesokan harinya baru dibicarakan lagi, mulanya vienzha noalk soalnya bosnya itu dah baik banget, tapi setelah dibujuk Xiu, haruka dan Asuka akhirnya vienzha setuju, semua barang-barang dibereskan canggung sech tapi ya permulaan lah, semakin hari Asuka pun makin dekat, suatu hari ketika vienzha ada job di luar, dia seperti melihat Miyuki, begitu yakin dia langsung menghampiri Miyuki dan segera membawanya ke hotel, ternyata lagi-lagi Miyuki kabur dari rumah, dia pun cerita kalau orang tuanya selalu berantem dan setiap hari ujung-ujungnya Miyuki yang dimarahi, karena tidak tahan Miyuki kabur untuk cari Asuka, setelah urusan bisnisnya selesai vienzha pun membawa pulang Miyuki bersamanya, sesampainya Asuka kaget melihat Miyuki pulang bersama vienzha, miyuki juga sedikit bingung begitu Asuka memanggil bosnya vienzha ayah, Asuka pun memberitahu miyuki kalau orang itu adalah ayahnya dan dia juga mempunyai 1 kakak laki-laki lagi yaitu Haruka, meskipun pertama-tama canggung tapi Miyuki merasa sangat nyaman dengan mereka. Haruka pun mulai menyukai Miyuki, hari-hari mereka makin berwarna (pelangi kali). Semua karyawan pun sudah tahu kalau Asuka dan Haruka plus Miyuki adalah anak bosnya. Suatu hari ayahnya berencana untuk menemui ibu mereka, mulanya Haruka menentang tapi akhirnya setelah dibujuk Haruka pun mau, tapi vienzha juga harus ikut. Sesampainya ibunya sangat terkejut melihat mantan suaminya itu, ternyata ayahnya itu hanya ingin memberitahu kalau Miyuki tinggal bersamanya selama beberapa hari dan dia ingin mengajak miyuki untuk tinggal bersama lagi, eh dasar darah tinggi kali ya, ibu mereka malah marah-marah dan memaki kenapa dia kembali, ditambah lagi melihat vienzha juga ikut ya vienzha dianggep sebagai penghasut ya pokoknya yang jelek-jelek lah, wah pasti sakit hati banget tu si vienzha. Suaminya yang sekarang pun membela vienzha, tapi istrinya itu ga mau terima, karena saking kelewatan suaminya ga terima dan dia langsung mentalak istrinya itu dan suaminya juga akhirnya membuka kedok sang istri, kalau sebenernya Miyuki itu bukan anaknya karena istrinya itu sebelum menikah sudah hamil dengan pria lain. lalu suaminya pun pergi dari rumah itu dengan membawa barang-barang yang sudah dipersiapkan karena dia ga tahan dengan sikapnya yang makin menjadi. ga lama setelah suaminya pergi, istrinya mengusir mereka semua. haruka pun tanpa pikir panjang lagi langsung pergi, lalu istrinya itu sambil mengeluarkan barang-barang Miyuki, bajunya, bukunya pokoknya barang milik Miyuki dikeluarkan semua dibantu pembantunya setelah semuanya dikeluarkan dia pun memnutup pintunya. hampir aja kepala Miyuki kena ujung tasnya tapi untungnya dihalangi vienzha. miyuki hanya menangis, mereka pun segera membereskan semua barang Miyuki dan pulang. Akhirnya Miyuki tinggal bersama mereka, semuanya dipersiapkan termasuk sekolah barunnya miyuki. semenjak itu mereka tidak berhubungan lagi dengan ibunya, hati vienzha pun mulai ga tentu kalau dekat dengan Asuka dan ketika lagi kumpul setelah dibujuk haruka dan Xiu, Asuka mengutarakan perasaannya meskipun dengan dinginnya, ayahnya dan Haruka juga Miyuki hanya tertawa melihat ekspresi Asuka dan vienzha, karena malu mungkin jadinya Asuka langsung ke kamar vienzha pun jadi diledek, semenjak itu vienzha dan Asuka pacaran ya meskipun ga kayak yang lain tapi mereka menjalaninya dengan nyaman. 3 bulan kemudian, keluarga Asuka ingin bertemu dengan orang tuanya vienzha ya untuk melamarnya, alhamdulillah orang tuanya vienzha setuju ya meskipun kadang suak bingung soalnya Haruka dan Asuka masih belum bisa bahasa indonesia. Asuka pun malu-malu kucing termasuk vienzha. Keluarga keduanya menyetujui tunangan dulu, acaranya di tempat vienzha, semua keluarga besar Asuka pun datang, selang beberapa bulan sebelum menikah, ibunya Asuka kecelakaan dan sebelum meninggal dia belum sempat untuk meminta maaf pada yang lainnya. mulanya mereka ga bisa memaafkan tapi bagaimanapun juga dia adalah ibunya. Akhirnya hari yang ditunggu vienzha dan Asuka tiba, dimana mereka akan menikah alhamdulilah semuanya berjalan lancar dan Asuka juga alhamdulilah lancar mengucapkan ijab kabulnya. beberapa teman vienzha datang dan rencananya ayah vienzha dan ayah Asuka akan membuka usaha baru di Indonesia. Sementara haruka 1 tahum kemudian dia menyusul menikah, Acara resepsinya di adakan 2 kali dan keluarganya vienzha juga datang ke Jepang, resepsi kedua Asuka dan vienzha digabungkan dengan resepsi Haruka jadinya mewah dan semua keluarga besar kumpul. Asuka dan vienzha pun hidup bahagia begitu pun dengan Haruka dan pasangannya. Miyuki dan ayahnya akan tinggal di Indonesia smentara usahanya di Jepang akan diurus Asuka dan haruka.oiya xiu juga dapat pasangan tapi mereka belum memikirkan untuk menikah. usahanya pun lancar jadi semuanya HAPPY ENDING .

:::::::: THE END :::::::::

-DOTR-

Ditulis Oleh : Goresan Hati Hari: 01.53 Kategori:

0 komentar: