Puisi Jeritan dan tarian batinku



 
 Waktu yang berjalan terasa melambat hari ini,diantara degup sayup rasa jantung hati akan celoteh bahagia sang kekasih diujung sana,semua lelah ini seakan sirna seketika. Ketika ku pandangi potret wajahmu yang

tersenyum padaku.

Sayup-sayup suara hati bergema di setiap penjuru pendengaranku,relung degup diantara gigi yang terkatup akan bayangan dirinya diujung sana."sialan aku rindu akan dirinya"batinku kembali bergejolak dan berusaha mengais sisa-sisa luka.

Senja yang bergelayut mengatup malam,ku duduk disini seperti biasa melepaskan pandanganku pada setiap penjuru Tanah gersang yang terhampar diantara cadasnya hidup,ku gelembungkan kedua pipiku dan dalam satu tarikan nafas saja asap rokok itu pun kembali menelusup keluar dari pipa pernafasanku,ku hempaskan semuanya.

Batinku yang di korek-korek rindu diantara dentuman dahsyat berjuta-juta keinginan."Seandainya aku mati apa aku masih memiliki keinginan,seandainya aku mati apa aku masih bisa merasakan rindu ini ?"pikiran kotorku yang entah terselip dari mana berusaha menyembul dan memeperkosa jiwaku yang sedang melarut bersama waktu,"sialan" rindu ini membunuh ketidak berdayaanku.

Cangkir kopiku yang sedari tadi menari menemani tarian alam pikirku kini sudah tampak terlihat dasarnya,lagu Keroncong rhapsody yang dinyayikan dengan apik sekali oleh seorang biduan wanita yang bernama Lala mengalun merasuk dan merobek ruang dada ini,kali ini bukan dentuman kick drum tapi sayatan biola,dan sejuta lirik rindu yang tersemat di telingaku."Sayang titian hidupku ini tak semanis titian laras melody"gumamanku yang mendistorsi suara ayu dari Lala sang biduan yang tersemat di mp3 ku kini.

"Ya aku kan mati dalam peluh dengan senyum yang tersemat menertawakan rinduku"

Apa yang kau cari dari hidup ini
Apakah masih mendamba bintang yang tak pernah dapat kau gapai

Apakah masih merindu sang bulan untuk mau duduk di pelukanmu

Apakah masih berimaji menggaris pelangi dengan telunjuk tanganmu,bukankah rintik
sampai kapan hatimu sudi menanti
Dan dalam hatiku pun berbicara sendiri..
manusia seperti kita itu jangan sampe jatuh cinta terlalu dalam,karena manusia sperti kita itu mesti berjibaku dengan keras sekali menghadapi hidup ini,,kita bukan anak orang kaya dari turun-menurun harta peninggalan keluarganya, atau kita ini bukan anak pemilik banyak kontrakan, kita ini anak Matahari,kita berdiri dengan kaki kita sendiri,apakah orang yang kita cintai mau terpeleset atau jatuh bahkan tersungkur sama kita?,lagian kasian anak orang masa mau kita jatuhin?

Manusia seperti kita hanya bisa berandai-andai,dan bila mimpi itu menjadi nyata mungkin Tuhan lupa mengambil kunci bahagia yang di titipkan pada kita............
Dan meledaklah tawa kami diantara rindu akan bahagia ,yang seolah kami lupa apa bahagia itu pernah menghampiri diri kami.

Diantara kepulan asap rokok , secangkir kopi dan lagu dari Hot Hot Heat “Middle of Nowhere” merasuk menghancurkan luka dan penatnya hari ini di negara yang katanya kiyai di beri rahmat ilahi.


-Arie Satria Pratama..

Ditulis Oleh : MR.DJAWA Hari: 10:14 PG Kategori:

MR.DJAWA

Artikel Puisi Jeritan dan tarian batinku ini diposting oleh MR.DJAWA . Terimakasih atas kunjungan Anda serta kesediaan Anda membaca artikel ini. Kritik dan saran dapat anda sampaikan melalui kotak komentar.

0 komentar: