Kupersembahkan Padamu


Kupersembahkan padamu sekuntum ciuman segar
dalam buket bunga: aster, krisan dan sejumlah mawar
kusematkan puisi dalam sebuah lembar
pagi terasa spesial
kudapati bianglala di seluruh senyummu.
Seperti kau memahami bait puisi
ia bukan sembarang bahasa, ia dada penuh debar
puisi tidak disusun untuk epitaf peresmian
ia adalah nafas yang menghidupkan kata
menuntaskannya sebagai doa.

Seperti aku tenggelam di matamu
ia bukan sembarang telaga, ia mata penuh pendar
puisi menyimpan samar yang tak mampu ditafsirkan
seluruh hatiku sibuk mengeja lembar pustaka
hingga mulut tak sempat bicara.

Puisi mengembara perjalanan tersembunyi
mengarungi samudera tatapanmu
menciumi pantai-pantai semampai di lekuk tubuhmu
ombak menghempas dadaku, berdebur dan berdebar
menggulung seluruh jejak rindu.

Seperti kau memahami bait puisi
ia ada dalam dirimu, dirimu ada di dalamnya
sebab kerangka puisi tersusun dari tulang-tulangku
dan kau bagian tak terpisahkan
dari struktur tulang itu.

Ditulis Oleh : Nur Yanto Hari: 8:25 AM Kategori:

0 comments: