Hati Yang Kusam dan Gersang

Dalam kehidupan dan pergaulan antar manusia dibutuhkan hati yang lembut, dapat menerima kenyataan kenyataan serta mampu memahami orang lain. Hati yang lembut akan menciptakan daya tarik tersendiri yang membuat orang menjadi sangat dikagumi sekaligus dicintai. 

Tetapi sebaliknya, ada orang yang tak disenangi sebagai akibat dari hatinya yang kusam dan gersang. Demikian besar peranan hati dalam diri manusia, ia membuat setiap insan dikagumi atau dibenci. Hal ini disebabkan karena hati menjadi ukuran dalam sikap dan tindakan. Seorang yang bersikap, bertindak baik atau buruk, dipengaruhi oleh perasaan oleh hatinya sendiri. 

Orang yang berhati lembut dapat dikenal dengan mudah dan raut air mukanya yang halus, ramah, dan bersih. Dia banyak menarik perhatian orang orang disekitarnya hanya karena ia lebih mudah bergaul , lembut bicaranya, dan mengerti persoalan yang dihadapi orang lain. 

Oleh karenanya banyak orang yang datang kepadanya hanya sekedar untuk mencari penyelesaian dari persoalan atau menceritakan sesuatu yang dialami. Paling sedikit, persoalan persoalan rumit itu bisa diatasi. Kalaupun tidak, karena orang yang berhati lembut memberi perhatian besar terhadap kesulitan orang lain, maka persoalan itu telah diatasi secara psikologis. Sebaliknya, orang orang yang berhati kusam dan gersang, air mukanya memancarkan kekerasan dan ketegangan. Sikapnya memantulkan kekakuan, bila berbicara kasar, cenderung membuat orang dihadapannya tersinggung dan kecewa. Segala sesuatu dihadapannya bernilai negatif, kalau ada sesuatu yang dapat dibanggakan pada seseorang, maka dihadapan orang yang gersang hatinya menjadi lain. 

Sangat wajar jika orang tidak menyukainya, sebab segala masalah akan menjadi lebih sulit ketika persoalan itu dihadapkan kepada orang yang berhati kasar. Atau boleh jadi juga, persoalan itu sama sekali tidak ditanggapi, mengingat bagi seorang yang gersang hatinya, sesuatu harus memberi manfaat kepada dirinya, jika tidak, maka ia pun tak akan pernah peduli bin masa bodoh. Sebenarnya hati yang gersang tidak menjauhkan seseorang dari masyarakat disekitarnya,tetapi juga akan memberi dampak negatif terhadap orang lain yang kebetulan berurusan dengannya atau siapapun yang berdekatan dengannya. Dalam kenyatbn hidup misalnya, kita melihat seorang bapak yang gersang hatinya cenderung bersikap kaku, kasar dan otoriter serta memberi komentar yang tak menyenangkan kepada anak dan istrinya. Bagaimana dengan hati kita… mari cek mulai detik ini

sumber

Ditulis Oleh : Nur Yanto Hari: 7:54 AM Kategori:

0 comments: