PUISI YANG TERLUPAKAN



senada awan menaungi..
pada kuncup hatiku
membahana..
yang pernah terluka.. terpanah kekeringan..
kering keronta.. butuh air yang kian tiada..

setapak kaki kian menggemetar..
tertatih.. terluka dimata hati..
padahal kaki.. bukannya mata kaki..

itulah naluri.. walau tak berdaya, bisa saja terkadang berani..

seruling bambu terputus..
bukan patah anehnya..
laksana lidah lihai berkelok..
tak brdaya ketika kelu membuat beku..

kuncup bunga berbau sedap..
sedap? bukan wangi dikata..
seperti tempe dikata ikan..
bukan lauk disangka-sangka..

by: Soekasir

Ditulis Oleh : Nur Yanto Hari: 11:07 AM Kategori:

0 comments: