Bidadari Pagi


Matahari selalu meyakinkan kita
bahwa untuk setiap malam gulita dan panjang
pasti menyimpan titik terang di ujungnya
Pagi yang berbeda dari satu waktu ke lain waktu.
Tetapi ada rasa syukur yang sama, ialah kehangatan
seperti genggaman tanganmu pada celah jemariku
menautkan kerinduan pada satu kecupan.
Gerimis kadang datang
tetapi itu akan memperindah ladang bunga
saat kugunting pelangi untuk pita rambutmu
dan bidadari tak dapat turun ke bumi karenanya.
Kamulah pemandangan indahnya
sedang senyumanmu terekam abadi bianglala.

Di rebak rambutmu, kucium semerbak melati
tiap kali kusibak helainya, aku menemukan wajahmu
manja berbisik pada angin. Akulah bidadari itu.

Ditulis Oleh : Nur Yanto Hari: 8:24 AM Kategori:

0 comments: