Aku dan Airmata



Pagi ini, saat matahari menyapaku dalam lembut.
Semua rasa pedih yang kemarin menderaku 
aku kubur dalam keranda hati.

Hari ini aku akan mencoba menelusuri jalan berliku 
dengan semua harapan.
Meski aku sendiri tdk tahu, 
mampukah aku sampai pada batas langkah yang kutuju.

Seandainya dapat kukatakan pada langit 
bahwa semua derita ini amat sangat menyiksaku, 
sehingga aku sendiri telah sulit 
merasakan apa arti bahagia yang sebenarnya.

Aku telah terjejal dengan sejuta kepedihan, 
walau semua aku lalui dalam sederet senyum yang melukis.
Aku tak ingin derita yang aku rasa, 
mengirim kabar pada setaut hati, 
biarlah nyanyian indah itu akan selalu mengiring dalam untaian kata indahku.
cukuplah diri ini saja yang membeban luka, 
hingga sampai batas langkah ini akan berakhir.

Hari ini telah kuputuskan niat untuk lebih menutup rasa padamu,
aku akan lebih banyak mengunci hatiku, 
aku akan menulis pedih itu hanya pada langit hatiku, 
aku tak mau resahku terbisik pada jiwamu…?

Aku sangat takut, luka yang terbekas dalam lautan hatiku 
menjadikan angin tak ingin bersahabat padaku lagi, 
sementara aku sangat membutuhkan semuanya dalam setiap rasaku.

Aku akan membiarkan diriku dalam keterpurukan 
asalkan bunga-bunga dihatiku akan bahagia.
Asal saja dapat kau rasakan wahai matahari, 
apa yang tersembunyi dalam keping hati ini….??

Aku akan selalu menghapus airmata ini 
pada seujung rindu yang kumiliki, 
meski semua tak akan ada yang dapat tahu 
tentang secuil kasih itu, 
yang selalu memberi sinar untukku menapaki hari yang kelabu.

Terkadang, …aku sendiri tak dapat menghitung 
telah berapa banyak deretan kata yang melukai hatiku, 
semua akan selalu termaafkan, 
meski esok kata luka itu menumpuk kembali.

Aku telah semakin pasrah akan seribu derita 
yang datang silih berganti dalam hari-hariku, 
terkadang aku tak sanggup, 
sungguh aku tak sanggup…
aku dengan segala kelemahanku, 
selalu mencoba mengikat derita itu dalam senyum dan dalam tawaku.

Cukuplah hanya aku saja yang dapat menerimanya 
dalam sebentuk takdir dariMu ya Illahi Robby.
Aku ingin mensyukuri semuanya 
dalam sebentuk rasa syukur yang teramat dalam, 
karena aku tahu ya Allah, 
apa yang aku miliki adalah sebentuk rasa Kasih dan CintaMu kepadaku.

Aku akan mulai berjalan dalam diamku, 
biarlah aku akan mengurung rasa yang kumiliki dalam semua pahitku…
Meski aku sangat yakin yaa Allah Engkau akan selalu ada dan mengiringi langkah ini.

Bila hari ini aku menangis dalam sujudku, 
aku hanya akan mempersembahkan itu padamu ya Allah, 
Ampunilah diri ini.Telah 
tertumpuk salah menaut dihatiku, 
aku ingin menapak langkah putih menuju jalanMU, 
maka ya Illahi dekatkanlah aku selalu padaMu…

Tutupkanlah pandanganku pada kemilau dunia yang bertabur permata, 
terangilah ya Allah pandanganku Atas diriMu.
Meski dengan sejuta lelah, 
Walau dengan setaut duka 
aku akan tersenyum menatapmu wahai langit…
bawalah aku menebar warna jingga, 
pada penghujung langkahku nanti.
aku ingin hidup ini akan berarti untuk bunga-bunga hatiku,
yang selalu kudekap dalam setiap kasihku.
Meski tak ada penghargaan yang kuterima dalam hidup ini, 

Tapi ya Allah, 
aku sangat yakin sekali Engkau Maha Tahu 
dengan apa yang terselubung dihatiku.
Ijinkanlah aku yaa Allah memanjatkan harapan dan doa padaMu, 
Semoga di penghujung jalan ini 
akan aku dapatkan kebahagiaan hidup 
yang selalu kudamba…
Aamiin ya Allah, ya Robbal’Alamiin
SUMBER

Ditulis Oleh : Goresan Hati Hari: 21.10 Kategori:

0 komentar: