Kata Mutiara Islami | Kata Bijak Islami

Sebagai Seorang Muslim ga ada salahnya kita baca-baca Kata Mutiara Islami | Kata Bijak Islami, so pengen tahu Kata Mutiara Islami | Kata Bijak Islami kali iniokey langsung saja di bawah ini:





Kata Mutiara Islami | Kata Bijak Islami


Tiada seorang berdo'a kepada Allah dengan suatu do'a, kecuali dikabulkanNya, dan dia memperoleh salah satu dari tiga hal, yaitu dipercepat terkabulnya baginya di dunia, disimpan (ditabung) untuknya sampai di akhirat, atau diganti dengan mencegahnya dari musibah (bencana) yang serupa. (HR. Ath-Thabrani)
Ya Allah, aku memohon ampun kepada-Mu dari setiap dosa. Aku bertaubat kepada-Mu darinya yang kemudian aku mengulangi-nya.


Aku memohon ampun kepada-Mu atas amal yang tujuannya untuk-Mu, tetapi dicampuri hal-hal yang tidak Engkau ridhai.

Shalawat dan salam sebanyak-banyaknya tetaplah kepada Nabi Muhammad, keluarga dan sahabat-sahabat beliau. Segala puji adalah kepunyaan Allah Penguasa alam semesta.


Jangan menganggap Allah tak berdaya dalam sesuatu hal, jangan menganggap ketetapan-Nya tak sempurna, dan jangan sedikit pun ragu akan janji-Nya. Dalam hal ini ada sebuah contoh luhur dalam Nabi Allah. Ayat-ayat dan surah-surah yang diturunkan kepadanya, dan yang dipraktikkan, dikumandangkan di masjid-masjid, dan termaktub di dalam kitab-kitab. Mengenai hikmah dan keadaan rohani yang dimilikinya, ia sering mengatakan bahawa hatinya sering tertutup awan, dan ia berlindung kepada Allah tujuh puluh kali sehari. Diriwayatkan pula, bahawa dalam sehari ia dibawa dari satu hal ke hal lain sebanyak seratus kali, sampai ia berada pada maqam tertinggi dalam kedekatan dengan Allah. Ia diperintahkan untuk meminta perlindungan kepada Allah, kerana sebaik-baik seorang hamba yaitu berlindung dan berpaling kepada Allah. Karena, dengan begini, ada pengakuan akan dosa dan kesalahannya, dan inilah dua macam mutu yang terdapat pada seorang hamba, dalam segala keadaan kehidupan, dan yang dimilikinya sebagai pusaka dari Adam as., 'bapak' manusia, dan pilihan Allah.

Aku memohon ampun kepada-Mu atas penghianatanku terhadap janji-Mu padaku, dan aku mohon ampun kepada-Mu atas pelanggaran terhadap sesuatu yang terlarang. Aku memohon ampun kepada-Mu atas segala nikmat pemberian-Mu kepadaku, kemudian aku menyalahgunakannya pada perbuatan durhak. Aku memohon ampun kepada-Mu atas segala dosa yang tiada pengampunannya kecuali Engkau, dan tidak menampakkannya kepada seseorangpun selain kepada-Mu, dan tidak melapangkannya kecuali rahmat dan santunan-Mu, dan tidak dapat selamat darinya kecuali atas ampunan-Mu. Aku mohon ampun kepada-Mu dari setiap sumpah yang aku langgar, dan aku memohon ampun kepad-Mu hai Dzat Yang Tiada Tuhan lain kecuali Engkau, Yang mengetahui barang gaib dan nyata, dari setiap kejahatan yang aku lakukan di siang hari bolong ataupun di malam gelap gulita, tersembunyi atau terang-terangan. Engkau senantiasa melihat aku, setiap aku melakukan maksiat pasti Engkau melihatnya, baik perilaku yang aku sengaja, salah ataupun lupa, hai Dzat Yang Penyantun lagi Pemurah. Aku mohon ampun kepada-Mu yang tiada Tuhan lain kecuali Engkau, Maha Suci Engkau bahwasanya aku menganiaya diri, Ya Allah Tuhanku ampunilah aku dan kasihanilah serta terimalah taubatku, Engkau sebaik-baik Pengasih.


Bila kau melihat dunia ini, berada di tangan mereka, dengan segala hiasan, dan tipuannya, dengan segala bisa mematikannya, yang tampak lembut sentuhannya, padahal, sebenarnya mematikan bagi yang menyentuhnya, mengecoh mereka, dan membuat mereka mengabaikan kemudharatan tipu daya dan janji-janji palsunya - bila kau lihat semua ini - berlakulah bagai orang yang melihat seseorang menuruti nalurinya, menonjolkan diri, dan kerananya, mengeluarkan bau busuk. Bila (dalam situasi semacam itu) kau enggan memerhatikan kebusukannya, dan menutup hidung dari bau busuk itu, begitu pula kau berlaku terhadap dunia; bila kau melihatnya, palingkan penglihatanmu dari segala kepalsuan, dan tutuplah hidungmu dari kebusukan hawa nafsu, agar kau aman darinya dan segala tipu-dayanya, sedang bahagianmu menghampirimu segera, dan kau menikmatinya. Allah telah berfirman kepada Nabi pilihan-Nya: "Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia, untuk Kami uji mereka dengannya, dan kurnia Tuhanmu lebih baik dan lebih kekal." (QS.20 -Thaaha :131).

Ikutilah (Sunnah Rasul) dengan penuh keimanan, jangan membuat bid'ah, patuhilah selalu kepada Allah dan Rasul-Nya, jangan melanggar; junjung tinggilah tauhid dan jangan menyekutukan Dia; sucikanlah Dia senantiasa dan jangan menisbahkan sesuatu keburukan pun kepada-Nya. Pertahankan Kebenaran-Nya dan jangan ragu sedikit pun. Bersabarlah selalu dan jangan menunjukkan ketidaksabaran. Beristiqomahlah; berharaplah kepada-Nya, jangan kesal, tetapi bersabarlah. Bekerjasamalah dalam ketaatan dan jangan berpecah-belah. Saling mencintailah dan jangan saling mendendam. Jauhilah kejahatan dan jangan ternoda olehnya. Percantiklah dirimu dengan ketaatan kepada Tuhanmu; jangan menjauh dari pintu-pintu Tuhanmu; jangan berpaling dari-Nya.


Dari Abu Muhammad Al Hasan bin Ali bin Abu Tholib, cucu Rosululloh sholallahu ‘alaihi wa sallam dan kesayangan beliau rodhiallohu ‘anhuma, dia berkata: ”Aku telah hafal (sabda) dari Rosululloh sholallahu ‘alaihi wa sallam: “Tinggalkanlah sesuatu yang meragukanmu kepada sesuatu yang tidak meragukanmu.” (HR. Tirmidzi dan Nasa’i. Tirmidzi berkata: Ini adalah Hadits Hasan Shahih)

Tinggalkan Sesuatu Yang Meragukan
Sesuatu yang meragukan adalah sesuatu yang membuat tidak tenang dan memunculkan rasa khawatir, jikalau ternyata hal itu tidak boleh dilakukan. Jika kita menghadapi kondisi demikian maka tinggalkanlah yang meragukan tersebut dan lakukan sesuatu yang meyakinkan atau yang membuat tenang. Adalah termasuk perbuatan tercela jika ada keraguan akan tetapi tetap dikerjakan.


Dunia dihuni empat ragam manusia. Pertama, seorang hamba diberi Allah harta kekayaan dan ilmu pengetahuan lalu bertakwa kepada Robbnya, menyantuni sanak-keluarganya dan melakukan apa yang diwajibkan Allah atasnya maka dia berkedudukan paling mulia. Kedua, seorang yang diberi Allah ilmu pengetahuan saja, tidak diberi harta, tetapi dia tetap berniat untuk bersungguh-sungguh. Sebenarnya jika memperoleh harta dia juga akan berbuat seperti yang dilakukan rekannya (kelompok yang pertama). Maka pahala mereka berdua ini adalah (kelompok pertama dan kedua) sama. Ketiga, seorang hamba diberi Allah harta kekayaan tetapi tidak diberi ilmu pengetahuan. Dia membelanjakan hartanya dengan berhamburan (foya-foya) tanpa ilmu (kebijaksanaan). Ia juga tidak bertakwa kepada Allah, tidak menyantuni keluarga dekatnya, dan tidak memperdulikan hak Allah. Maka dia berkedudukan paling jahat dan keji. Keempat, seorang hamba yang tidak memperoleh rezeki harta maupun ilmu pengetahuan dari Allah lalu dia berkata seandainya aku memiliki harta kekayaan maka aku akan melakukan seperti layaknya orang-orang yang menghamburkan uang, serampangan dan membabi-buta (kelompok yang ketiga), maka timbangan keduanya sama. (HR. Tirmidzi dan Ahmad)
Aku memohon ampun kepada-Mu Ya Allah Dzat Yang tiada Tuhan kecuali Engkau, Yang Esa tiada sekutu bagi-Mu, Maha Suci Engkau Penguasa alam semesta, kepunyaan-MUlah kerajaan, dan bagi-MUlah segala puji dan syukur, Engkau yang mencukupi aku, Engkau adalah sebaik-baik pelindung dan penolong, tiada kekuatan dan kemampuan melakukan ibadah kepada-Mu, serta menjauhi larangan-Mu kecuali dengan pertolongan dari-Mu yang Luhur dan Agung.


Ya Allah , limpahkanlah rahmat dan salam atas Nabi Muhammad dengan rahmat dan salam yang dapat menyelamatkan kami dari segala bencana dan bala' yang dapat mendatangkan hajat dan kebutuhan kami pada derajat yang tinggi disisiMu, menyampaikan kami kepada pokok maksud segala kebaikkan, ketika kami hidup dan sesudah mati.
Allah menciptakan para hambahnya agar selalu mengingat-Nya, dan Dia menganugerahkan rezeki kepada setiap mahkluk ciptaan-Nya agar mereka bersyukur kepada-Nya. Namun, mereka justru banyak yang menyembah dan bersyukur kepada selain Dia.


Ya Allah. Aku memohon ampun kepada-Mu atas pelanggaranku meninggalkan ibadah fardhu yang telah diwajibkan kepadaku dalam sehari semalam, baik yang aku sengaja atau yang tidak, yamg lupa atau yang saya mengabaikannya, dan aku dituntut karenanya, dan dari setiap sunah nabi Muhammad Saw yang aku tinggalkan karena lupa atau khilaf, dungu atau menggampangkannya, sedikit atau banyak dan aku mengulanginya.

Usailah menangis, bila masa telah tiba, lahan hatimu tiada berbunga, kelamnya dirimu semakin merajalela, penerang hidupmu sangatlah redup cahayanya, bila engkau telah tidur selamanya tinggal tubuhmu menanti waktu, gambaran puli akan mendekatimu, bila kemilau duniamu dan tawamu telah meninggalkanmu, harga dirimu tak lebih rendahnya tanah dan kejayaanmu diinjak kesakitan, ingatlah wahai manusia.

Demikian Kata Mutiara Islami | Kata Bijak Islami semoga bermanfaat buat anda semuanya.

sumber

Ditulis Oleh : MR.DJAWA Hari: 1:16 PG Kategori:

MR.DJAWA

Artikel Kata Mutiara Islami | Kata Bijak Islami ini diposting oleh MR.DJAWA . Terimakasih atas kunjungan Anda serta kesediaan Anda membaca artikel ini. Kritik dan saran dapat anda sampaikan melalui kotak komentar.

0 komentar: