Edy Pekalongan

Peradaban Indonesia Mundur



peradaban indonesia mundur . kenapa saya katakan demikian. karena Negara besar seperti Indonesia tidak memiliki Pujangga Istana Negara yang di angkat dan di gaji sebagai staf Presiden.


dimasa pemerintahan Raja Raja Jawa Kuno , selalu memiliki Pujangga Kerajaan yang tinggal di istana dan digaji . Mereka bertugas membuat karya sastra untuk menghibur rakyat sekaligus mengajarkan nilai nilai luhur kebangsaan kerajaan.


Seorang Raja dijaman dulu tahu , kalau peradaban suatu bangsa akan dilihat salah satunya dari seberapa bagus karya sastra yang dihasilkan oleh pemerintahannya. Pujangga tidak sekedar bertugas menghasilkan karya sastra. Pujangga juga bertugas membaca batin rakyat untuk disampaikan kepada rajanya.


Pujangga harus bisa menangkap jeritan batin rakyat , kesusahan hatinya , kesenangan batin rakyat . kemudian di sampaikan kepada rajanya dalam bentuk karya sastra , dalam bentuk karya musik , dalam bentuk tarian , dalam bentuk sandiwara / ketoprak.


bahkan jika raja menginginkan agar rakyatnya memiliki watak watak tertentu , agar giat bekerja . dia menugaskan para pujangga kerajaan menciptakan sebuah nyanyian yang menghibur sekaligus menggugah semangat rakyatnya . dan nyanyian itu di pentaskan keliling negeri dalam pesta pesta jamuan makan , dalam pertemuan antara pejabat dan rakyat .


komunikasi batin raja dengan rakyatnya secara langsung ataupun komunikasi batin rakyat dengan rajanya secara langsung  bisa dilakukan lewat medium para Pujangga melalui karyanya.


Pujangga kerajaan dimasa lalu , perannya sudah tidak ada lagi di masa kini. Indonesia tidak lagi memiliki Pujangga Istana . sungguh peradaban kita mundur.



syukurlah kita masih memiliki pujangga desa , pujangga kampung , pujangga yang tidak di gaji negara . pujangga yang hidupnya diabdikan untuk berkarya . hanya saja , pujangga yang sejati seringkali karyanya tidak tersebar dan diserap oleh rakyat . kalah dengan pujangga yang hanya menghibur.

tolak ukur tingkat kesadaran spiritual rakyat bisa diukur dari musik yang digemari oleh rakyat. jika rakyat hanya menggemari musik yang isi pesan didalamnya berupa kesusahan hidup , perselingkuhan , kawin lari , tidak tanggung jawab.

maka kesadaran spiritual rakyat negara itu baru tataran dasar. belum mencapai tahapan olah batin yang mendalam.

maka musik gamelan jawa yang khusus dimainkan dengan sastra jawa yang isinya petunjuk kehidupan seperti serat wulang reh atau serat wedhotomo, jarang yang bisa menikmati karena musik tersebut berada pada level tingkatan rohani yang cukup tinggi.

contoh lain musik kecapi suling khas sunda , dengan tembang klasik semisal  "gunung sari panambih karang sari ' tidak semua orang mampu mencernanya. karena musik semacam itu sangat dekat dengan nilai nilai spiritual.

orang orang yang tingkat kesadaran spiritualnya tinggi akan tampak dari perilakunya yang semakin baik dan beradab. dan musik yang digemari oleh orang orang seperti itu adalah musik musik yang memberi pencerahan batin.


tugas para pujangga istana adalah memberikan musik , cerita yang bisa memberi pencerahan batin kepada rakyatnya melalui kesenian. inilah yang luput dilakukan oleh presiden kita.

Para pejabat kita tidak terbiasa menikmati karya sastra yang berisi ajaran pencerahan batin . para pejabat kita tidak terbiasa menyimak pagelaran musik yang berisi pesan pencerahan batin. sehingga batin mereka tidak terasah dan mati.

jika batin pejabat menjadi terasah dan tajam . maka pejabat akan mudah peka terhadap keluhan rakyat . akan mudah merasakan batin rakyatnya . ini langkah awal untuk melakukan pembenahan diri dan meningkatkan kinerja pemerintahan.


semakin tinggi tingkat spiritual para pejabat , semakin jernih batinnya . semakin bisa memahami mana yang kekal dan mana yang sementara . para pejabat yang terbiasa menikmati karya sastra yang adiluhung akan memiliki karakter yang bijaksana. meraka yang terbiasa menggelar kesenian rakyat yang berisi karya karya pujangga istana akan bisa memenuhi dahaga batin rakyat akan pencerahan batin.


merubah sikap buruk pejabat dan sikap buruk rakyat bisa dimulai dari dalam diri mereka sendiri. untuk membuka kesadaran pejabat dan rakyat diperlukan media . media sastra dan  musik dalam bentuk hiburan / bacaan adalah salah satu pintu untuk mendidik rakyat dan pejabat agar kesadarannya bangkit dan tumbuh.


sungguh peradaban kita semakin merosot .





Negeri sebesar ini , Presiden tidak memiliki Pujangga Istana negara. Presiden yang tidak memiliki Staf Pujangga Istana menandakan tingkat rohani dia sangat rendah . dia tidak peduli dengan pemenuhan kebutuhan batin rakyatnya . yang dianggap penting adalah membangun jalan raya atau lahir. dia tidak peduli bagaimana membangun kesadaran batin rakyatnya.


uang dia hambur hamburkan untuk membangun berbagai prasarana , banyak pula yang dikorupsi . namun dia tidak mau mengeluarkan uang untuk menghidupi para pujangga di masyarakatnya. padahal pujangga adalah salah satu tolak ukur masyarakat negara tersebut masih beradab atau tidak.


masyarakat yang sangat rendah peradabannya mereka tidak lagi melahirkan karya sastra yang bagus. mereka tidak lagi melahirkan musik musik yang bagus.


siapa itu Pujangga ? .

Pujangga adalah orang yang menguasai ilmu membaca tanda tanda alam , tanda tanda yang tersebar dalam bentuk simbol simbol , mampu membaca batin manusia yang menderita , mampu membaca jaman. itulah pujangga . dan pujangga akan menyampaikan hasil apa yang dibacanya dalam bentuk melahirkan karya baru untuk dipersembahkan kepada presidennya kepada rakyatnya, kepada negaranya dalam wujud karya syair, karya cerita, karya musik , karya gerak / tari , karya seni patung , lukis , pahat , karya pagelaran cerita wayang.

jika Presiden SBY jeli dan cermat . dia masih bisa memperbaiki negara ini ,memperbaiki masyarakat . memperbaiki moral pejabat . caranya dengan mulai mengangkat para pujangga istana.


mereka ini adalah orang orang yang di gaji dan diberi kebebasan berkarya untuk kepantingan nasional.

mereka harus di beri tempat sanggar kesenian yang pantas. dimasa kerajaan malah dibuatkan sebuah perkampungan khusus pujangga istana. sehingga mereka dan keluarganya juga murit muritnya bisa berkarya.

anggaran negara untuk pos Pujangga istana tidak akan besar . namun manfaatnya jelas. karya karya pujangga istana bisa di pentaskan dalam acara kenegaraan , acara resmi di istana negara. bahkan di pentaskan dalam kunjungan kunjungan presiden ke daerah daerah.


indonesia memiliki banyak suku bangsa. perlu kiranya presiden menganggat  30 pujangga istana . mereka dimaksukkan dalam pos kementrian kebudayaan. mereka di beri mandat 5 tahun . dan setiap tahun harus menghasilkan karya . sehingga dalam 5 tahun mereka menghasilkan paling tidak 4 karya baru .


sungguh indah negara ini , jika memiliki banyak karya pujangga istana negara yang bisa menghibur sekaligus memenuhi dahaga pencerahan batin masyarakat . saya membayangkan , buruh berangkat bekerja sambil menyanyikan lagu karya pujangga istana yang menyuarakan siatuasi batin buruh dan harapannya.
saya membayangkan pelajar berangkat sekolah sambil membicarakan pagelaran musik baru karya pujangga istana.
kalaupun pelajar tawuran ,mereka tawuran bukan dengan lempar batu atau kayu. tapi mereka tawuran dengan berkelahi saling adu jurus jurus pencak silat / kungfu dan berlaku seperti satria. kalau perlu masing masing pihak membawa alat musik seperti kendang, kecapi atau suling yang mengiringi tawuran tersebut. dan tawuran diakhiri dengan saling mengatupkan kedua tangan di dada walopun dari jarak jauh.
ini akan indah sekali.
saat ini , hiburan rakyat di dekte oleh kapitalis . karya karya yang adi luhung perlu kembali di ciptakan . agar pola pikir , pola rasa dan pola bertindak masyarakat kembali diisi dengan tuntunan hidup mulia yang dipancarakan dari karya karya para pujangga istana.

pujangga istana bertugas mengisi batin rakyat dengan hiburan yang berisi nilai  nilai spiritual sebagai  penyeimbang bagi nilai nilai materialisme yang semakin mencengkram batin rakyat kita.

saya bermimpi suatu saat , dalam sidang paripurna DPR RI , mereka memakai pakaian adat dari daerah yang diwakilinya . ketika terjadi perang interupsi, dan sudah terjadi perselisihan . pembicaraan sidang di hentikan 15 menit  untuk  memberi kesempatan  wakil rakyat merokok dan minum kopi di tempat sidang sambil menyimak group kecapi suling sunda memainkan musik di ruang sidang. sehingga pikiran kembali fresh . dan meneruskan perdebatan kalau perlu perkelahian dalam ruang sidang . karena syaraf yang tegang dan hati yang panas, tidak akan memunculkan kebijakan yg baik.

mungkin ini ide yang aneh. tapi sangat mudah untuk dilaksanakan. kalo wakil rakyat kita punya selera seni dan memahami kebudayaan nusantara.  harusnya sidang sidang kita ini diselingi sajian khas musik nusantra , biar mereka ingat rakyatnya. semoga suatu saat ini akan terwujud.


SUMBER 

Ditulis Oleh : Nur Yanto Hari: 11:19 AM Kategori:

0 comments: