Cerita dukaku



rasa rasanya aku telah mati di diatas puncak...
rasanya memang ku berada diatas Si
bayak...
kedinginan... terdiam dan dikerubung kabut..
dan dirajam rasa Galau dan dibunuh pisau kemelut...

ada kabut yg habisi rembulan
ingkari janji pada malam..
ada juga Matahari yg telanjangi semua kejujuran
dan anggap dosa tak pernah terlakukan olehnya..
dan ada.... ada juga angin yg kotori sebuah perasaan..
hahhhhh jiwaku seakan melambai..
ragaku tertatih lunglai kehabisan pasokan makan...

kita bercerita duka diatas tawa yg tersemat
kita tertawa dalam selimut luka yg tak terobat...
dan akhirnya aku ikut dalam sekenario yg kusangkal ini

ada dan kembali dalam tiada
ketika luka.. ketika malam menghakimi lara
seolah olah tak pernah ukir lara...
dan tersenyumlah mereka dalam kematian ini....
terbahaklah mereka atas ucapan yg mengiris jantungku...
dan lebih baik disini atau aku hanya jadi badut dalam kisah
yang tak pernah habiskan semua cercaan ini....

Ditulis Oleh : Nur Yanto Hari: 8:19 AM Kategori:

0 comments: