Legenda Sangkuriang

sinopsis:



Seorang konglomerat bernama Sungging Perbangkara yang gemar berburu, suatu hari bersama beberapa orang sahabat plus pengawal pergi menyelusuri hutan didekat mana Sungging memiliki sebuah pesanggrahan pribadi. Tujuan mereka jelas berburu. Saat berburu itulah Sungging bertemu seorang gadis dusun bernama Nyai Sariti, dengan siapa Sungging kemudian melakukan hubungan diluar nikah.
Tetapi kemudian ia tinggalkan dan lupakan begitu saja. Karena Nyai Sariti seorang gadis dusun yang miskin dan tak patut dinikahi oleh seorang konglomerat, juga dikarenakan Nyai Sariti punya dua kebiasaan yang sangat tidak disukai oleh Sungging. Yakni, cara makannya yang ribut dan rakus, juga dikala tidur Nyai Sariti selalu mendengkur keras dan ribut. Mirip cara makan dan mendengkurnya babi (pengertian filosofis untuk sosok babi dalam versi umum).
Tak pelak lagi, Nyai Sariti yang dicerca, dimaki lalu kemudian diusir oleh warga desanya, belakangan nekad meninggalkan bayi yang ia lahirkan ditengah hutan. Bayi mana kemudian ditemukan oleh Sungging ketika kembali datang untuk berburu. Membawa pulang bayi yang tak jelas siapa orangtuanya untuk diadopsi sebagai anak dan kemudian ia berinama Dayang Sumbi. Tanpa menyadari bahwa Dayang Sumbi adalah darah dagingnya sendiri, hasil hubungan diluar nikah dengan Nyai Sariti.
Lalu musibah demi musibah pun datang beruntun. Awalnya, pada saat Dayang Sumbi memasuki usia dewasa ia mendengar ayah dan ibunya bertengkar hebat. Dalam pertengkaran mana disebut - sebut tentang Dayang Sumbi yang ditemukan oleh Sungging ditengah hutan. Tanpa jelas asal usulnya. Mendengar itu, Dayang Sumbi yang bathinnya langsung terpukul, memutuskan minggat dari rumah orangtuanya, seraya meninggalkan supucuk surat pada sang ayah. Bahwa Dayang Sumbi akan hidup menyepi di pesanggrahan pribadi keluarga mereka ditengah hutan.
Tanpa boleh didatangi atau diganggu oleh sang ayah, sampai Dayang Sumbi menemukan jati diri dan juga keberadaan ayah dan ibu yang melahirkannya. Sungging yang sangat menyayangi dan menguatirkan keselamatan Dayang Sumbi, menyetujui permintaan sang puteri tercinta. Tetapi sambil mengutuskan 2 orang penjaga, seorang pelayan dan Tumang anjing setia keluarga untuk menemani dan melindungi keselamatan Dayang Sumbi, yang dengan berat hati terpaksa diterima juga oleh Dayang Sumbi.
Musibah berikutnya datang menyusul dalam tempo singkat. Dayang Sumbi yang mengisi waktu luang diluar kesibukan mencari keberadaan orangtua kandungnya dengan membuat hiasan strimin sebagai hobbi utamanya, suatu hari tanpa sengaja menjatuhkan gulungan benang yang sangat menentukan keindahan strimin yang tengah di kerjakan. Setelah dicari kesana sini dibantu oleh pelayan dan para pengawalnya masih juga tak ditemukan, dalam ketidak sabarannya Dayang Sumbi kemudian mengucapkan janji yang bersifat sumpah.
Bahwa siapa pun yang menemukan gulungan benang dimaksud jika perempuan akan dijadikan saudara yang akan ia limpahi kekayaan. Dan jika laki-laki, akan ia jadikan suami. Maka, semakin sibuk dan bersemangatlah mereka yang mendengar untuk mencari gulungan benang yang hilang. Uniknya, yang paling sibuk dan paling bersemangat mencari adalah Tumang, si anjing setia. Yang justru kemudian menemukan dan mengantar langsung benang dimaksud pada Dayang Sumbi. Yang sempat dibuat terkejut lalu jatuh pingsan.
Tetapi sumpah telah terucap dan Dayang Sumbi terpantang mengingkarinya. Maka Tumang pun ia terima keberadaannya sebagai suami, dari anjing mana Dayang Sumbi kemudian memperoleh keturunan seorang bayi sehat dan tampak yang ia berinama Sangkuriang.
Alkisah, Sangkuriang kemudian tumbuh menjadi seorang anak tampan, pemberani serta gemar berburu seperti halnya Sungging sang kakek. Lalu pada suatu hari ketika Sangkuriang pergi berburu, sang ibu berpesan minta dibawakan hati menjangan kesukaannya. Sangkuriang menyanggupi.
Tetapi ketika dengan susah payah dan akhirnya melihat seekor menjangan, mendadak Tumang si anjing setia membuat ribut bahkan menghalangi niat Sangkuriang yang sudah siap menembak menjangan tersebut.
Karena dimata Tumang, sosok menjangan itu terlihat sosok pria berpakaian putih-putih gemerlapan, mirip seorang Dewa Polah ribut Tumang tentu saja membuat sang menjangan minggat dan tak bisa ditemukan lagi. Yang seketika membangkitkan kemarahan Sangkuriang yang dengan kalap kemudian menembak Tumang lalu hati si Tumang ia bawa pulang dan dipersembahkan pada sang ibu sambil berbohong mengatakan yang ia bawa adalah hati menjangan.
Yang setelah dimasak lalu disantap Dayang Sumbi, lalu ditanya mengapa hati yang ia santap jauh lebih gurih dan lebih nikmat ketimbang hati menjangan sebelumnya yang biasa disantap Dayang Sumbi. Acuh tak acuh Sangkuriang lantas berterus terang hati apa sesungguhnya yang sudah dimakan oleh sang ibu.
Tak pelak lagi dalam keterkejutannya, Dayang Sumbi langsung memukul kepala puteranya dengan sebuah alat dapur yang membuat kepala Sangkuriang terluka parah. Tak cukup sampai disitu, Dayang Sumbi kemudian diusir sambil diberitahu bahwa si anjing setia Tumang adalah ayah kandung Sangkuriang sendiri. Apa yang akan terjadi selanjutnya? (And)

sumber

Ditulis Oleh : Unknown Hari: 9:11 AM Kategori:

0 comments: